Tampilkan postingan dengan label Finansial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Finansial. Tampilkan semua postingan

5 Hal yang Wajib Diperhatikan Kalau Ingin Berinvestasi saat Resesi



investasi saat resesi

Halo teman-teman, kembali lagi di manusiagabut.site. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai apa aja sih hal-hal penting yang harus diperhatikan kalau kalian ingin berinvestasi disaat kondisi pandemi seperti ini yang justru menyebabkan kemungkinan terjadinya resesi.

Sebelumnya seperti yang kita ketahui bersama bahwa Menteri Keuangan Indonesia yaitu Sri Mulyani Indrawati yang pada tanggal 22 September lalu menyatakan bahwa Indonesia kemungkinan besar akan resmi mengalami resesi pada akhir September nanti. Lalu mungkin kalian yang masih awam akan bertanya-tanya " Apa sih yang dimaksud dengan resesi? memangnya kenapa kalau resesi? se-merugikan itu kah?". Oke, aku jelasin secara singkat aja ya jawaban dari seluruh pertanyaan tersebut.

Jadi resesi bisa dikatakan sebagai anjloknya kondisi perekonomian dalam suatu Negara. Suatu negara bisa dinyatakan resmi resesi kalau memang perekonomian suatu negara kontraksi berturut- turut, yakni pertumbuhan ekonomi negara negatif pada dua kuartal atau enam bulan. Nah contoh agar lebih gampangnya adalah misalnya Negara X pada 3 bulan pertama atau pada kuartal pertama yaitu (Januari-Maret) mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar -3%, kemudian 3 bulan selanjutnya  atau kuartal kedua yaitu (April-Juni) juga mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif misalnya 3,5%, maka dipastikan untuk kuartal selanjutnya negara tersebut akan mengalami resesi. Nah resesi ini bisa banget terjadi karena masyarakat dalam suatu negara "kurang" membelanjakan atau memutar uangnya. Jadi semacam minim transaksi. Nah makanya banyak negara-negara di dunia mengalami resesi juga karena masyarakat "tidak punya uang yang cukup" untuk melakukan transaksi. Sehingga perputaran uang di suatu negara tidak seimbang. Kemudian apakah resesi ini merugikan?, Jawabannya TENTU SAJA. Hal ini dikarenakan pasti setelah resesi terjadi akan ada PHK besar-besaran, sehingga angka pengangguran akan meningkat. Harga-harga produk investasi di pasar modal juga kemungkinan akan menurun. Kemudian daya beli masyarakat juga akan menurun akibat kehilangan sebagian besar pendapatan. 

Nah maka dari itu, di artikel ini aku akan coba bahas apa-apa saja yang penting banget untuk diperhatikan bagi kalian yang mau tetap berinvestasi dikondisi mendekati resesi atau bahkan sudah resesi seperti ini. Agar tidak tersesat dan salah jalan yang justru merugikan diri sendiri yaaa hehehe.

  1. Minimal sudah memiliki pegangan dana darurat atau dana hidup sebesar minimal 3 bulan baru boleh berinvetasi

    dana darurat

    Seperti yang sudah aku jelaskan sebelumnya bahwa resesi dapat berakibat pada utamanya adalah penurunan jumlah pendapatan masyarakat. Akibatnya uang yang akan dipegang oleh masyarakat juga akan semakin sedikit. Oleh karena itu sebelum kalian berpikir untuk mulai berinvestasi dimasa resesi seperti ini, kalian terlebih dahulu harus memastikan bahwa kalian sudah memiliki pegangan dana darurat
     yang cukup untuk mengantisipasi keperluan darurat yang mungkin muncul serta minimal kalian harus sudah siap dengan dana yang nominalnya sejumlah minimal untuk keberlangsungan hidup kalian selama 3 bulan. Poin ini aku letakkan paling pertama karena merupakan poin krusial yang wajib banget kalian perhatikan. Kan gak lucu ya kalau kalian ngebet banget ingin berinvestasi saat resesi seperti ini namun justru keperluan hidup primer dan sekunder kalian saja belum terjamin. Jadi perhatikan hal ini dulu ya teman-teman. 

    Baca juga: Dana Darurat Sebelum Investasi? Apakah Penting?

  2. Diversifikasi portofolio agar risiko kerugian tidak terlalu besar dan menumpuk pada satu jenis investasi

    diversifikasi portofolio

    Poin kedua adalah divesifikasi portofolio atau simpelnya adalah menginvestasikan uang kalian ke berbagai produk investasi, ingat ya BUKAN HANYA SATU produk investasi saja. Contohnya nih, karena indeks saham sedang turun, kalian jadi berbondong-bondong untuk membeli saham yang banyak. Namun kalian lupa menginvestasikan uang kalian di produk investasi lainnya seperti reksa dana dan sebagainya. Kalau seperti ini, risikonya akan sangat jauh lebih tinggi. Bisa jadi setelah kalian membeli saham, harganya akan terus turun tajam, maka sudah pasti kalian akan rugi besar. Berbeda jika seandainya kalian mengalokasikan sedikit untuk saham dan sisanya untuk berbagai produk investasi lain yang mungkin jauh lebih rendah risikonya. Maka setidaknya ketika portofolio saham kalian menurun, portofolio produk investasi kalian yang lainnya memberikan keuntungan atau grafiknya meningkat. Jadi tidak akan rugi-rugi banget.

  3. Investasi perlu diarahkan pada sektor-sektor yang masih berkinerja baik selama pandemi diantaranya adalah teknologi informasi, konsumer, kesehatan, dan telekomunikasi

    resesi

    Tidak bisa dipungkiri kalau kondisi ekonomi yang berujung pada terjadinya resesi di Indonesia ini berdampak negatif bagi hampir seluruh sektor di Indonesia, utamanya adalah sektor keuangan atau finance. Nah untuk menentukan jenis investasi yang setidaknya aman kalian lakukan pada resesi atau pandemi ini, tentunya kalian harus memilih investasi di sektor-sektor yang terbilang masih berkinerja baik selama pandemi atau resesi ini. Kalian bisa memilih seperti sektor konsumer, kesehatan, maupun telekomunikasi. Ketiganya merupakan sektor yang pasti tetap berkinerja baik karena masih menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat Indonesia bahkan dalam kondisi pandemi sekalipun. Sehingga jika kalian berinvestasi di ketiga sektor ini, kemungkinan besar investasi kalian akan aman dan bisa jadi akan untung. 

  4. Beli produk ivestasi luar atau pasar global, seperti dollar dll. Karena diuntungkan dari sisi makro dan kurs mata uang yang berbeda di negara tujuan

    pasar global

    Di poin yang keempat ini aku menyarankan kalian agar bisa berinvestasi di pasar gobal seperti investasi mata uang asing utamanya Dollar
    . Mengapa demikian?, karena misalnya kurs mata uang Indonesia yaitu Rupiah melemah, maka biasanya kurs mata uang asing utamanya Dollar akan meningkat. Kondisi resesi kemungkinan besar akan juga berefek pada kurs Rupiah, sehingga kurs Rupiah akan melemah. Nah melemahnya kurs Rupiah ini bisa diantisipasi jika kalian mampu berinvestasi Dollar, karena kurs Dollar AS biasanya akan menguat dan akan memberikan keuntungan bagi kalian dilihat dari selisih harga jual dan beli. Tapi ini tidak wajib kalian ikuti yaa, karena kembali lagi ke poin pertama yaitu lihat dahulu ketersediaan dana yang kalian miliki. Saran ini bisa kalian ikuti kalau memang sudah memiliki dana berlebih dan menginginkan jenis investasi yang aman dan menguntungkan. 

    Baca juga: Mengenal Jenis Investasi Mata Uang Dolar

  5. Jangan berinvestasi di emas, apalagi saat memasuki resesi akibat pandemi seperti sekarang

    investasi emas

    Kemudian yang terakhir adalah aku sarankan untuk saat ini jangan mencoba untuk berinvestasi
    emas. Hal ini dikarenakan harga emas sedang naik, jadi kalau kalian baru mencoba berinvestasi sekarang maka sudah sangat terlambat dan justru akan menjadi sangat rugi. Prinsip berinvestasi yang baik adalah belilah produk investasi saat harganya sedang turun, bukan di kondisi harga sedang naik. Selain itu, harga emas biasanya akan terbalik dengan harga saham. Jadi karena harga saham sedang turun secara drastis, maka harga emas sudah pasti naik. Investasi emas ini akan menguntungkan ketika kalian sudah memulainya dari sebelum pandemi yang berakibat pada resesi ini terjadi, karena saat itu harga emas masih dibawah harga emas saat ini. Jadi biar uang kalian aman disaat kondisi krisis seperti ini, kalian perlu menghindari jenis investasi yang berisiko tinggi dapat merugikan kalian. 

Baca juga: Apakah Harga Emas Selalu Naik?


Oke, jadi sekian dulu ya bahasan mengenai hal-hal yang wajib kalian perhatikan kalau ingin berinvestasi saat pandemi dan resesi sekarang ini. Semoga bisa menambah wawasan untuk kita semua yaa. Tungguin terus artiekel-artikel selanjutnya. Terimakasih sudah membaca :)





5 Investasi Jangka Pendek yang Wajib Kalian Coba

investasi jangka pendek


Hai semuanya, kembali lagi di manusiagabut.site. Kali ini, hal yang akan kita bahas adalah mengenai jenis-jenis investasi jangka pendek yang bisa kalian lakukan nih. Pasti gabisa dipungkiri kalau kita berinvestasi pasti tujuannya bukan hanya untuk jangka panjang aja kan, tentunya kalian juga punya rencana-rencana keuangan atau tujuan finansial yang ingin kalian capai dalam jangka waktu pendek. 

Pada artikel-artikel sebelumnya, aku selalu menekankan bahwa untuk memilih jenis investasi yang akan kalian lakukan, maka salah satu hal terpenting yang harus selalu kalian ingat adalah apa tujuan finansial kalian. Apakah jangka pendek atau jangka panjang?, apakah memungkinkan untuk kalian memilih investasi yang berisiko tinggi atau tidak?. Nah pertanyaan-pertanyaan tersebut tentunya harus kalian jawab dengan terlebih dahulu melihat dan mempelajari berbagai jenis investasi yang ada yang disesuaikan dengan tujuan finansial kalian tersebut. Oleh karenanya, terutama untuk kalian yang tujuan finansialnya berjangka waktu pendek, manusiagabut.site kali ini akan memberikan kalian informasi mengenai apa aja sih jenis-jenis investasi jangka pendek yang bisa kalian lakukan. 

  1. Deposito

    Deposito

    Deposito atau yang lebih kita kenal sebagai tabungan berjangka merupakan salah satu jenis investasi yang paling aman karena sangat minim risiko. Deposito juga bisa kita kategorikan sebagai investasi jangka panjang ataupun jangka pendek sesuai dengan jangka waktu yang kita tetapkan diawal. Biasanya, semakin lama waktu penyimpanan, maka bunga atau return yang akan kita dapatkan juga akan semakin tinggi. Untuk jenis deposito jangka panjang, maka bunga atau return yang kalian dapatkan akan diakumulasikan dan dibayarkan sekaligus diakhir periode investasi. Misalnya nih, kalian memilih deposito yang berjangka waktu 6 bulan, maka bunga yang akan kalian dapatkan akan dibayarkan setelah jatuh tempo 6 bulan terebut. Nah berbeda dengan deposito yang berjangka waktu panjang, biasanya bunga akan dibayarkan per bulannya secara rutin. Tapi gapapa lah ya, yang penting tetep dapet bunga kan wkwk. Satu lagi tentang deposito adalah bahwa dalam jangka waktu yang sudah disepakati tersebut, kita tidak bisa mengambil uang kita sama sekali. Jadi kalau memang ingin memilih jenis investasi ini, kalian harus benar-benar berkomitmen yaa.

    Namun diantara keempat jenis investasi jangka pendek yang akan kita bahas selanjutnya, jenis investasi deposito ini termasuk kedalam jenis investasi yang paling kecil return/bunga/keuntungan yang didapat, karena memang paling minim risiko. Jadi sebagai imbal risiko yang kecil, maka bunga yang didapat juga tidak terlalu besar.

      
  2. Saham

    Saham

    Siapa sih dari kalian yang ngga pernah pernah mendengar jenis investasi yang satu ini?, pasti pernah dong. Setidaknya sekali seumur hidup lah wkwk. Nah, sama seperti deposito, saham juga bisa dikategorikan sebagai jenis investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Namun investasi saham ini sifatnya lebih fleksibel. Kalian bisa membeli dan menjual saham kapanpun kalian mau. Saham juga bisa dikatakan sebagai salah satu jenis investasi yang berada dalam deretan jenis investasi paling menguntungkan. Rata-rata jenis ivestasi saham ini bisa menghasilkan return atau keuntungan sampai 20% atau lebih per tahunnya. Namun, sesuai dengan konsep dalam dunia investasi, bahwa semakin besar return yang didapat maka akan semakin tinggi pula risikonya. Begitu pula yang terjadi pada investasi saham. Pasar saham sendiri sangat berfluktuasi. Harga beli maupun harga jual dari saham itu sendiri dapat berubah setiap saat, bahkan dalam hitungan detik. Jadi dalam sekejap seluruh kemungkinan akan terjadi, Bisa jadi kalian untung besar dalam sesaat, bisa jadi pula kalian akan rugi besar dalam sesaat. Jadi kalau kalian memilih jenis investasi ini, apalagi untuk jangka pendek, maka kalian harus pintar-pintar menerapkan strategi serta harus tahan banting wkwk. Maksud dari tahan banting disini adalah kalian tidak goyah saat rugi, dan tidak terlalu serakah saat untung.

    Kembali lagi ke istilah jangka panjang dan jangka pendek. Dalam dunia saham, orang yang berinvestasi untuk jangka pendek biasanya lebih dikategorikan sebagai trader. Sedangkan untuk orang yang ingin berinvestasi jangka panjang lebih dikategorikan sebagai investor. Investor sendiri akan menaruh uangnya dengan tujuan untuk jangka panjang. Misalnya 3 tahun atau lebih. Jadi dalam jangka waktu tersebut entah nilai saham naik atau turun mereka tidak akan menjual saham milik mereka. Sedangkan untuk trader yang berorientasi jangka pendek, maka mereka akan menganalisa pasar saham secara kontinu untuk melihar pergerakan nilai atau indeks saham. Kalau nilainya turun dan berada dibawah batas wajar, maka mereka harus menjual saham yang dimiliki agar tidak rugi terlalu besar. 

    Jadi intinya, kalau ingin berinvestasi pada saham untuk jangka pendek, kalian harus sudah dibekali ilmu sebagai trader dan meluangkan waktu kalian untuk mengawasi pergerakan pasar saham secara kontinu. Tentunya semakin pendek jangka waktu kalian berinvestasi saham, maka semakin tinggi pula risikonya.


  3. Peer to Peer (P2P) Lending

    P2P lending

    Peer to Peer Lending atau yang biasa dikenal sebagai P2P Lending ini masih tergolong tidak terlalu populer dibandingkan dengan jenis investasi lainnya. 
     Jenis investasi ini juga terbilang masih baru. Sederhananya, jenis investasi P2P Lending ini memiliki sistem dimana kalian sebagai investor akan meminjamkan uang kalian kepada peminjam yang disebut juga sebagai borrower. Kemudian kalian akan mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman yang akan dibayarkan oleh borrower tersebut. Dalam praktiknya, kalian akan diberi kebebasan untuk meminjamkan uang kalian kepada siapa dan kapan tenggat waktu pembayaran pinjaman yang harus dilakukan oleh si borrower. Karena sistemnya pinjaman, maka tentunya pasti ada risiko gagal bayar yang mungkin banget akan terjadi. Jadi kalau kalian ingin mencoba jenis investasi ini, kalian harus mempelajari dengan benar siapa yang akan kalian berikan pinjaman. Nah saat ini kebanyakan calon peminjam adalah UMKM yang ada di Indonesia. Selain kalian bisa berinvestasi, kalian juga bisa membantu sektor UMKM di Indonesia nih, itung-itung menambah amal perbuatan baik kan hehe

    Nah satu lagi mengenai jenis investasi P2P Lending ini adalah bahwa kalian bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda jika kalian menerapkan efek compounding, dimana bunga dari imbal hasil investasi yang kalian dapatkan terus-menerus diinvestasikan kembali. Untuk lebih jelasnya mengenai P2P Lending ini, kalian bisa baca
    artikel Peer to Peer Lending ini yaa.

  4. Reksa Dana Pasar Uang

    Reksa dana pasar uang

    Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang sedang digandrungi saat ini. Selain mudah, reksa dana juga menawarkan minimum nominal investasi yang rendah, yaitu hanya 10 ribu rupiah saja. Untuk tujuan investasi jangka pendek, tidak seluruh jenis reksa dana bisa kalian coba, karena masing-masing jenis reksa dana memiliki tingkatan risikonya masing-masing. Nah untuk investasi jangka pendek, tentunya kalian tidak mau risiko yang terlalu tinggi dong. Masa iya kalian berencana menyimpan uang untuk 6 bulan, tapi karena kalian memilih jenis reksa dana yang salah sehingga risiko terlalu tinggi, dalam waktu 6 bulan tersebut bukan keuntungan yang kalian dapat namun malah kerugian. 

    Untuk investasi jangka pendek yang minim risiko, maka reksa dana yang dianjurkan adalah reksa dana pasar uang. Apa sih artinya reksa dana pasar uang?, artinya adalah bahwa uang yang kalian investasikan 100%  akan ditempatkan pada instrumen pasar uang seperti deposito berjangka, obligasi, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan lain sebagainya. Untuk jenis reksa dana pasar uang, kalian bisa membelinya di bank maupun platform-platform online yang sudah ada sekarang seperti bareksa dan bibit. 

  5. Obligasi

    Obligasi

    Obligasi atau sederhananya kita biasa mengartikannya sebagai surat hutang sebagai pernyataan hutang oleh penerbit obligasi (pihak yang berhutang) kepada pemegang obligasi. Seperti sistem hutang pada umumnya, maka akan ada jatuh tempo pembayaran hutang tersebut beserta bunga yang harus dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Disini peran kita adalah sebagai pemegang obligasi ya guys. Jadi kita dianggap sebagai pemberi pinjaman atau hutang. Nah biasanya jatuh tempo dari masing-masing surat hutang (obligasi) akan berbeda-beda. Di Indonesia sendiri umumnya antara 1-10 tahun. Jadi kalau orientasi kalian adalah untuk berinvestasi jangka pendek, maka pilihlah jangka waktu jatuh tempo yang tidak terlalu lama. 

    Obligasi sendiri bisa diterbitkan baik oleh pemerintah maupun oleh pihak swasta atau pebisnis. Untuk pemerintah, diterbitkannya obligasi bisa menjadi sumber pendanaan untuk membiayai sebagian defisit anggaran belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sedangkan untuk pihak swasta, diterbitkannya obligasi bisa dimanfaatkan untuk menambah dana segar untuk keperluan pengembangan usaha. Kemudian obligasi ini sama seperti saham, yaitu bisa diperjual belikan teserah dari pemegang obligasi. Kalau di obligasi terdapat istilah yang namanya kupon atau bunga. Jadi kalian akan mendapatkan keuntungan berupa kupon atau bunga dari setiap obligasi yang kalian pegang. Biasanya nominalnya akan berbeda bergantung berapa lama jatuh tempo obligasi kalian serta faktor lainnya. Kemudian keuntungan yang mungkin kalian dapatkan juga bisa berasal dari selisih harga obligasi itu sendiri. 

    Nah untuk membeli obligasi sendiri kalian biasanya bisa membelinya di agen penjual seperti bank, lembaga sekuritas ataupun platform yang memang menjual belikan obligasi. Satu hal yang harus kalian ingat dari obligasi adalah kalau kalian menjual obligasi sebelum jatuh tempo, maka kemungkinan besar kalian akan rugi karena memang harga jualnya akan lebih rendah. Makanya penting banget nih untuk kalian menentukan jatuh tempo yang tepat. 

Oke guys, sekian dulu ya bahasan mengenai 5 jenis investasi jangka pendek yang bisa kalian coba. Semoga cukup memberikan gambaran kepada kalian dan tentunya bisa menjadi wawasan tambahan bagi kita semua. Tunggu terus artikel-artikel selanjutnya yaa. Terimakasih sudah membaca ;)

Dilema Pilih Investasi Emas atau Dolar?

emas vs dolar


Halo guys, kembali lagi di manusiagabut.site. Kali ini kita akan bahas dan membandingkan dua jenis investasi yang bisa dibilang memiliki beberapa kesamaan baik dari sistem investasinya maupun sisi lain dari kedua jenis investasi ini. Dua jenis investasi yang akan kita bandingkan sekarang ini, sebelumnya udah kita bahas masing-masing secara mendalam di disini yaitu jenis investasi emas dan investasi mata uang asing berupa Dolar

Perbandingan Emas vs Dolar?

  1. Nilai tukar emas vs dolar
    Untuk membandingkan kedua jenis investasi ini sebenarnya dapat dilakukan dengan utamanya adalah melihat nilai tukar keduanya yang berbeda. Dalam hal ini, nilai tukar dari emas notabene akan sama dimanapun itu, sedangkan nilai tukar dari mata uang dolar akan berbeda-beda bergantung dari dimana daerah yang dimaksud dan kapan kalian menukarkan mata uang tersebut serta kondisi-kondisi lain yang mempengaruhi. 

  2. Inflasi yang terjadi
    Umumnya secara rata-rata, nilai emas akan sangat stabil dan cenderung akan selalu naik. Walaupun turun, itu hanya terjadi sesekali. Berbeda dengan nilai dolar dimana nilai dolar akan lebih berfluktuasi. Fluktuasi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti meningkatnya konsumsi masyarakat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Inflasi yang berdampak pada mata uang asing ini memang sangat bisa terjadi karena perbandingannya adalah daya beli terhadap barang yang ada di negara tersebut. Jadi kalau kalian menginginkan jenis investasi yang lebih stabil, maka aku akan kasih kalian saran untuk lebih memilih jenis investasi emas.

  3. Kemudahan proses investasi dan keamanan
    Sebenarnya, dari kemudahan investasi. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, beberapa diantaranya juga memiliki kesamaan. Nah berikut aku rangkum aja apa sih kelebihan dan kekurangan dari masing-masingn dari segi kemudahan proses investasi kalau kalian memilih berinvestasi emas ataupun dolar

    Emas
    - Bisa dilakukan secara online maupun offline. Saat ini tersedia berbagai platform online seperti bareksa, bukalapak, dan lain sebagainya
    - Kalau memilih menyimpan emas sendiri, maka akan berisiko kehilangan dan penyimpanan harus dilakukan dengan aman (perlu biaya penyimpanan tambahan agar aman)
    - Walaupun lebih tidak aman karena rentan dicuri, namun emas lebih tidak mudah rusak dibandingkan penyimpanan dolar

    Dolar
    - Platform online untuk investasi dolar belum sebanyak emas
    - Bisa investasi dengan cara uang dolar disimpan sendiri, namun kembali lagi harus dilakukan penyimpanan dengan aman
    - Kalau menyimpan uang dolar sendiri, penyimpanan uang harus hati-hati agar tidak robek, lecek atau sejenisnya karena sangat mudah rusak dan akan dapat mengurangi nilai mata uang itu sendiri


  4. Kemudahan pencairan produk investasi
    Proses pencairan menjadi salah satu kriteria penting yang harus kalian ketahui nih terutama kalau memang uang yang kalian investasikan adalah untuk dana darurat. Investasi emas sendiri tergolong kedalam jenis investasi yang pencairannya cukup mudah dilakukan dan bisa dilakukan dengan cepat. Kalau kalian menyimpan emas secara pribadi, maka kalian hanya perlu menjual atau menggadaikan emas yang kalian simpan. Kalau kalian punya dalam bentuk online atau dalam artian ngga kalian pegang yang biasa disebut sebagai emas digital, ya tinggal dijual melalui platform online yang kalian gunakan tersebut. Sebenarnya simpel banget. Satu lagi tentang emas adalah bahwa karena nilainya jarang turun, jadi bisa akan aman dicarikan kapanpun juga.

    Untuk pencairan uang dolar, cenderung memiliki proses yang lebih ribet nih. Kalau kalian menyimpannya dalam bentuk tabungan di bank, berarti kalian harus datang dulu ke banknya langsung. Atau kalau kalian menyimpannya sendiri, proses akan menjadi lebih ribet dan lama. Kalian tentunya harus menukarkan uang dolar kalian secara mandiri ke bank atau ke money changer.

  5. Kemungkinan terjadinya devaluasi
    Devaluasi sendiri dapat diartikan sebagai penurunan nilai mata uang. Nah mata uang dolar sendiri tidak pernah mengalami yang namanya devaluasi. Misalnya kalau kalian saat ini menyimpan uang senilai 100 USD, maka uang yang kalian miliki nantinya akan tetap sama senilai 100 USD. Berbeda dengan nilai rupiah yang akan berubah tergantung dari kurs saat itu. Sama halnya dengan emas, tidak akan ada istilah devaluasi dalam investasi emas. Jadi untuk kriteria ini, keduanya imbang

Emas atau Dolar untuk jangka pendek atau jangka panjang?


Emas vs Dolar


Dari grafik di atas dapat dilihat jika nilai dollar lebih tinggi dibandingkan emas pada renatan waktu tahun 1998 hinngga tahun 2002, dimana tahun 2001 menjadi puncaknya. Sedangkan nilai emas naik pesat mulai dari 2004 sampai tahun 2017. Hal ini menandakan jika investasi valas (dolar) lebih cocok untuk investasi jangka pendek dan emas lebih cocok untuk investasi jangka panjang. Akan tetapi naik turunnya nilai valas maupun emas dipengaruhu oleh beberapa faktor, seperti keadaan ekonomi dunia, pasokan emas duani, nilai tukar emas terhadap dolar, dan masih banyak lagi.

Kesimpulannya?

Sebenarnya, kedua jenis investasi baik emas maupun dolar memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing seperti yang udah aku jelaskan dari poin 1 sampai poin 5. Sekarang tergantung kalian menginginkan jenis investasi seperti apa yang tentunya disesuaikan dengan tujuan investasi. Misalnya kalau kalian menyiapkan dana untuk jangka panjang, maka pilihlah investasi emas. Kemudian kalau kalian misalnya ingin menyiapkan dana untuk keperluan pembayaran menggunakan mata uang asing seperti travelling ataupun biaya pendidikan ke luar negeri, maka pilihlah jenis investasi dolar karena akan jauh lebih menguntungkan. Selain itu, untuk memilih diantara keduanya, kalian juga harus memerhatikan kemampuan dan kesanggupan kalian. Intinya adalah seluruh investasi pasti memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing serta risikonya masing-masing. Namun yang harus diingat adalah apa tujuan investasi kalian, batas kemampuan kalian, serta apakah kalian mengerti jenis investasi tersebut atau tidak. Jadi bebas aja nih kalian mau milih emas atau dolar, keduanya sama-sama menguntungkan dan sama-sama berisiko dengan caranya masing-masing.

So, itu aja dulu ya untuk bahasan kali ini mengenai investasi emas vs investasi dolar. Tungguin terus artikel-artikel selanjutnya yaaa. Terimakasih sudah membaca ;)



4 Jenis Investasi yang Cocok untuk Kalian yang Mageran!

4 Investasi untuk yang Mageran


Hai guys, rasa mager hampir bisa dipastikan merupakan penyakit yang pernah dialami oleh semua orang. Termasuk aku nih wkwkwk. 
Pernah ngga kalian pengen banget investasi tapi super mager harus belajar dulu, belum lagi harus ngecek atau ngeliat laporan keuangan perusahaan, ataupun segala hal keuangan lainnya sebagai tindakan "fundamental" yang memang harus kalian lakukan sebelum memulai investasi?. Pasti pernah banget dong, mager emang udah jadi penyakit yang super duper susah untuk kita hilangkan, apalagi kalau jiwa mager udah mendarah daging wkwk. Makanya, untuk membantu kalian yang punya jiwa cukup mager tapi tetap bersikukuh dengan semangat membara ingin mulai berinvestasi, berikut aku rekomendasikan beberapa jenis investasi serta beberapa keuntungan dan kerugiannya ala manusiagabut.site yang pastinya dijamin cocok untuk kalian yang gak mau repot.

Rekomendasi Jenis Investasi!

  1. Tabungan Berjangka (Deposito)

    Deposito

    Tabungan berjangka atau yang lebih biasa kita kenal sebagai deposito merupakan jenis investasi yang paling gampang dan mudah untuk kalian lakukan. Prinsipnya simpel, kalian hanya perlu menabung dan menentukan jangka waktu kapan tabungan kalian jatuh tempo. Kemudian kalian akan mendapatkan bunga yang tetap dan lebih tinggi dibandingkan bunga ketika kalian menabung biasa yang besarannya disesuaikan dengan lama atau jangka waktu kalian menabung. Caranya juga simpel banget kok, kalian hanya perlu datang ke bank pilihan kalian (banknya bebas mau bank manapun karena hampir seluruh bank di Indonesia pasti menyediakan layanan ini), kemudian pilih tipe tabungan berjangka atau deposito yang kalian inginkan. Nah, namanya juga tabungan berjangka, jadi udah pasti banget ada jangka waktu yang harus kalian tentukan (biasanya ditawarkan oleh pihak bank itu sendiri, kalian tinggal milih doang hehe). Masing-masing bank akan menawarkan jangka waktu yang sangat bervariatif. Nah seperti yang udah aku bilang sebelumnya bahwa setiap pilihan jangka waktu akan memengaruhi besaran bunga yang akan kalian dapatkan. Biasanya semakin lama jangka waktu yang kalian pilih, semakin besar persentase bunga per tahun yang akan kalian dapatkan.

    Lalu kenapa bunga deposito besarannya lebih tinggi dibandingkan dengan bunga pada tabungan biasa?. Nah jawabannya adalah sebagai ganti dari tingginya tingkat bunga yang diberikan, dalam jangka waktu tersebut pemilik deposito sepakat untuk tidak menarik atau mengakses uang yang didepositokan. Kemudian satu lagi yang penting kalian ketahui tentang deposito adalah frekuensi pembayaran bunga deposito. Dalam deposito, bunga biasanya dibayarkan di akhir periode investasi, beda banget sama tabungan bank biasa yang mana biasanya bunganya akan dihitung setiap harinya dan dibayarkan disetiap akhir bulan. Nah pembayaran bunga deposito juga kadang dibedakan berdasarkan jangka waktu penyimpanan deposit yang disepakati. Umumnya, untuk deposito berjangka pendek, bunga akan dibayarkan pada saat jatuh tempo atau diakhir jangka waktu yang disepakati. Adapun untuk deposito berjangka panjang, bunga akan dibayarkan tiap tahunnya. Kalo ini mah tinggal kalian pilih dan sesuaikan aja ya, yang pasti deposito merupakan pilihan yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan menabung biasa di bank serta super duper mudah dalam prosesnya. 

  2. Reksa Dana
    Well kita beralih ke rekomendasi jenis investasi yang kedua yaitu Reksa Dana. Kalian pasti udah gak asing dong sama jenis investasi satu ini karena memang lagi hype banget dikalangan anak muda saat ini. Selain karena memang mudah banget untuk dilakuin, investasi reksa dana ini juga bisa dilakukan untuk kita yang punya kantong tipis nih wkwk, karena memang bisa dimulai dari uang minimal 10 ribu rupiah ajaa. Selain itu proses atau langkah yang dilakukan baik memulai maupun menjalaninya juga super simpel. Singkatnya, reksa dana merupakan jenis investasi dimana kita mempercayakan uang yang akan kita investasikan kepada manajer investasi yang akan mengelola uang kita tersebut. Lalu kemana uang yang kalian investasikan akan dibawa oleh setiap manajer investasi?, jawabannya adalah akan dinvestasikan ke berbagai produk pasar modal seperti saham, obligasi, surat hutang, dan lain sebagainya sesuai dengan jenis reksa dana yang kalian pilih. Lalu kalian bisa membeli produk investasi reksa dana dengan cara memilih manajer investasi di berbagai platform digital yang biasa disebut sebagai market place. Contoh market place sendiri yang saat ini paling terkenal adalah Bareksa dan Bibit. Untuk lebih lengkapnya, kalian bisa baca 2 artikel yang udah kami buat yaitu Bareksa vs Bibit dan Mengenal Reksa dana. Dikedua artikel ini kalian akan mengenal lebih dalam mengenai apa dan bagaimana investasi reksa dana berlangsung. Selain dikelola oleh manajer investasi, bunga atau return yang didapat dari investasi reksa dana juga biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan deposito atau tabungan berjangka biasa. Nah, satu hal yang harus kalian ketahui dalam memilih investasi reksa dana adalah bahwa reksa dana sendiri terdiri dari 4 jenis, yaitu reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana pasar uang. Masing-masing dari keempatnya memiliki risiko dan return yang berbeda. Reksa dana saham memiliki risiko tertinggi namun juga menghasilkan return tertinggi pula. Lalu diikuti oleh reksa dana campuran, kemudian reksa dana pendapatan tetap, dan yang terakhir adalah reksa dana pasar uang. Singkatnya dengan memilih jenis investasi reksa dana, maka kalian akan dapat melakukan investasi dengan mudah namun juga menghasilkan return yang tinggi. Kalian hanya perlu sedikit repot diawal untuk menentukan manajer investasi, setelahnya kalian hanya harus menunggu dan menyerahkan semuanya kepada kinerja manajer investasi yang kalian pilih. Simpel banget kann hehehe

  3. Peer to Peer Lending

    peer to peer lending

    Jenis investasi ketiga yang kami rekomendasikan adalah Peer to Peer Lending. Nah bahasan mendalam tentang jenis investasi ini juga udah pernah kami jelaskan melalui artikel Mengenal P2P Lending ini loh. Jadi kalau kalian kepo banget tentang jenis investasi satu ini, kalian bisa langsung aja kepoin artikelnya. Simpelnya, P2P Lending ini merupakan jenis investasi yang mana kalian meminjamkan uang kalian kepada orang lain atau institusi melalui platform khusus dan tentunya kalian akan mendapatkan timbal balik berupa return dari bunga yang dihasilkan. Beberapa platform yang bisa kalian gunakan adalah seperti Investree dan Koinworks. Nanti sistemnya kalian hanya perlu menyiapkan budget kalian yang rata-rata harus cukup besar, kemudian memilih siapa peminjam kalian dan jangka waktu pengembalian uang kalian. Ketika sudah jatuh tempo, maka kalian akan mendapatkan uang yang kalian pinjamkan bersama dengan besaran bunga yang harus dibayarkan oleh si peminjam tadi. Sebenarnya sangat simpel, hanya saja kalian perlu menyiapkan budget yang cukup tinggi diawal. Tapi kalau kalian memang mageran akut, ini bisa menjadi pilihan solusi yang tepat. Kemudian, berikut aku berikan ilustrasi tambahan mengenai cara kerja P2P Lending agar kalian yang masih awam dapat lebih terbayang mengenai jenis investasi yang satu ini.


    Skema peer to peer lending

  4. Investasi Emas
    Selanjutnya adalah jenis investasi yang bisa dibilang merupakan jenis investasi paling super duper gampang, wkwkwk agak alay yaa, tapi memang segampang itu guys. Kalau di investasi-investasi sebelumnya yang udah aku sebutkan tadi kalian perlu setidaknya "agak repot" diawal terutama memilih manajer investasi, jangka waktu, peminjam, dan lain sebagainya. Namun di investasi emas ini kalian tidak perlu melakukan hal tersebut. Kalian hanya perlu membeli langsung emasnya saja. Beli saja kapanpun kalian mau, karena walaupun nilainya memang berfluktuasi, namun untuk jangka panjang bisa dipastikan angkanya akan naik. Jadi akan sangat aman banget nih. Pilihan membelinya juga banyak, bisa membeli offline ataupun melalui platform online. Tapi agar lebih mudah, saran aku lebih baik membeli online aja. Salah satu contoh jenis platform yang menyediakan layanan untuk investasi emas ini adalah Bareksa. Intinya, aku jamin investasi emas merupakan investasi paling gampang dan simpel menurut aku dan patut banget kalian coba. Kalau kalian ingin tahu lebih jauh tentang apa dan bagaimana investasi emas berlangsung, kalian bisa baca artikel ini yaa Harga Emas dan Biaya Investasi Emas.

    Investasi Emas

Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan Masing-masing Jenis Investasi

Untuk memberikan kalian gambaran lebih mendalam lagi, kali ini aku akan tampilkan gambar tabel hasil rangkuman yang udah aku buat dengan membandingkan kelebihan/keuntungan dan kekurangan/kerugian dari keempat jenis investasi yang udah aku rekomendasikan sebelumnya.

Kelebihan dan Kekurangan Masing-masing Jenis Investasi

Dari tabel diatas, kalian bisa langsung membandingkan kelebihan dan kekurangan masing-masing dari 4 jenis investasi yang aku rekomendasikan. Semoga bisa memberikan gambaran lebih mendalam lagi dan membantu kalian untuk menentukan jenis investasi yang dirasa paling cocok untuk kalian.

Oke guys, sekian dulu yaa mengenai bahasan kali ini. Semoga kalian yang mageran namun punya ambisi dan semangat besar untuk berinvestasi dapat terbantu oleh artikel ini. Jangan lupa nantikan terus artikel-artikel selanjutnya yaa.. Terimakasih sudah membaca ;)

Mengenal Jenis Investasi Mata Uang Dolar

Dolar

Halo semuanya, selamat datang kembali di manusiagabut.site. Pernahkah kalian mendengar jenis investasi dengan cara transaksi mata uang luar atau biasanya kita sebut sebagai valas (valuta asing)?. Nah kalau kalian masih awam atau bahkan belum pernah mendengar jenis investasi ini sama sekali, maka kalian sangat tepat untuk datang ke artikel ini. Dalam artikel kali ini, kita akan bahas secara mendalam mengenai apa dan bagaimana sih cara investasi mata uang asing terutama jenis mata uang Dolar, serta bagaimanakah prospek kedepannya.

Tapi sebelumnya nih, bahasan kita kali ini dsepakati aja untuk memakai jenis matau uang Dolar yaitu US Dolar, karena memang mata uang US Dolar ini yang paling sering dipakai dalam transaksi ataupun perdagangan dunia. Adapun tercatat sebesar 60-70% menggunakan US Dolar sebagai mata uang transaksi mereka. Nah sebelum membahas secara mendalam mengenai bagaimana investasi mata uang Dolar ini berlangsung, ada hal dasar yang perlu kalian ketahui dulu nih. Hal dasar tersebut adalah pemahaman mengenai apa dan bagaimana perbedaan antara istilah kurs jual dan kurs beli. 

Perbedaan kurs jual dan kurs beli?


Kurs jual dan beli

Nah speerti yang sudah aku sebutkan sebelumnya bahwa istilah kurs jual dan kurs beli harus kalian pahami dengan benar dan cermat karena biasanya ada kesalahpahaman mengenai dua istilah tersebut. Kurs jual didefinisikan sebagai nilai yang ditawarkan bank atau money changer saat menjual Dolar AS ke masyarakat. Dengan kata lain, jika ingin memiliki Dolar AS, Anda membeli dari mereka dengan harga tersebut.

Sementara itu, kurs beli merupakan nilai yang ditawarkan ketika bank atau money changer membeli Dolar AS dari masyarakat. Artinya, kalian bisa menjual Dolar AS kepada bank dengan nilai tersebut. Yang harus Anda cermati dan pahami adalah kurs beli akan selalu lebih rendah daripada kurs jual.

Contohnya, ketika kurs beli Dolar AS terhadap Rupiah senilai Rp 13.500, kurs jualnya adalah Rp 14.000. Ini berarti kalian membeli per satu Dolar AS seharga Rp 14.000. Sedangkan jika kalian ingin menjual Dolar AS ke Rupiah, maka Dolar AS yang kalian miliki akan dihargai seharga Rp 13.500 per Dolar AS. Nah sampai sini sudah paham kan mengenai perbedaan antara kurs jual dan kurs beli?. Kalau sudah paham, ini akan menjadi pondasi yang kuat bagi kalian maju ke tahap selanjutnya untuk mengerti bagaimana berinvestasi mata uang asing terutama Dolar AS.

Kapan harus investasi Dolar ?


Kapan

Kapan sih kita sebaiknya melakukan jenis investasi mata uang Dolar?. Pasti sebagian besar dari kalian memiliki pertanyaan yang sama. Pada dasarnya, untuk memilih atau melakukan jenis investasi ini, maka kalian harus mengidentifikasi terlebih dahulu mengenai tujuan finansial yang ingin kalian capai. Coba kalian tanya diri sendiri deh, apakah tujuan finansial kalian related atau berhubungan dengan mata uang Dolar ngga?. Misalnya, kalau kalian memiliki tujuan finansial yaitu untuk naik haji atau umroh, perlu biaya untuk travelling atau apapun keluar negeri, maka sudah sangat jelas kita memerlukan mata uang Dolar. Atau pengen sekolah diluar negeri, ini juga termasuk kedalam tujuan finansial yang memerlukan keberadaan mata uang Dolar tersebut. Singkatnya kalau misalnya tujuan finansial kebanyakan dalam rupiah, mending jangan investasi Dolar. 

Cara investasi Dolar?

Sebenarnya terdapat beberapa cara dari cara yang simpel hingga ribet yang bisa kalian coba untuk mulai berinvestasi mata uang Dolar. Beberapa cara tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Buat rekening dollar di bank biasa dalam bentuk tabungan
    Salah satu cara dalam berinvestasi mata uang Dolar adalah dengan cara membuat rekening tabungan Dolar di bank biasa. Adapun beberapa bank yang menyediakan jasa ini adalah BTPN melalui aplikasi Jenius, BCA, HSBC, dll. Beberapa bank ada biaya pembeliannya dan ada biaya adminnya. Jadi memang sama persis seperti menabung di bank biasa

  2. Simpan dalam cash
    Kalau kalian memilih cara ini, maka kalian harus mempunyai dan menyimpan uang Dolar dalam bentuk cash. Adapun yang harus diperhatikan ketika menggunakan cara ini adalah tempat penyimpanan uang yang harus kalian sediakan. Uang Dolar harus ditaruh di tempat paling aman agar tidak hilang atau robek. Karena robek sedikit atau lecek sedikit akan mengurangi nilai tukar dari mata uang yang bersangkutan. Nah biasanya kebanyakan orang akan membeli Dolar terlebih dahulu di bank-bank yang menyediakan layanan ini.

  3. Membeli Dolar di money changer untuk selanjutnya disimpan dalam bentuk cash
    Sama sepeerti poin kedua tadi, namun bedanya adalah tempat pembelian Dolar. Disini kita bisa membeli Dolar di money changer. Namun sayangnya akan ada ada minimal pembelian yaitu biasanya sebesar 100 Dolar. Kerugian dari penyimpanan sendiri ini adalah adanya biaya untuk penyimpanan itu sendiri serta ada kemungkinan besar perbedaan kurs jual dan beli (spread) yang tinggi tergantung dimana kita membeli Dolar tersebut. Setiap bank atau money changer bisa saja memiliki kurs jual dan beli Dolar yang berbeda-beda. Karena itu, carilah pihak yang sedang menjual Dolar dengan harga terendah dan punya kurs beli tertinggi.

  4. Investasi di perdagangan kontrak valuta asing atau biasa kita kenal dengan Forex Trading. 
    Bagi kalian yang suka trading, maka investasi Dolar juga bisa dilakukan melalui trading loh. Kalian bisa tradingkan uang kalian di berbagai platform seperti salah satunya adalah Forex

  5. Investasi di reksadana US Dolar
    Sistemnya sama seperti investasi pada reksadana dalam rupiah

Nah, setelah kalian tau cara-cara apa aja yang bisa dilakukan untuk investasi Dolar, kemudian pasti akan muncul pertanyaan "aku harus pilih yang mana?". Jawabannya simpel banget, kalian hanya harus tau jangka waktu penyimpanan uang kalian yang disesuaikan dengan tujuan finansial kalian diawal. Nah aku jelasin dengan case seperti ini:

  1. Kalau kalian ingin berinvestasi sekaligus didepan dan dana dipakai dalam waktu dekat (dibawah 3 tahun) maka simpanlah uang kalian dalam tabungan dollar di bank biasa. Karena selain aman, juga bisa diambil kembali dengan mudah. Selain itu, risikonya juga rendah
  2. Jika kalian ingin menyimpan uang kalian diatas 3 tahun, adapun karena harus mengejar kenaikan inflasi (selain itu ada asumsi nilai tukar mata uang dimasa depan bisa naik bisa turun), lebih baik investasikan uang kalian dalam rupiah saja yang tingkat returnnya lebih tinggi dibandingkan nilai investasi produk Dolar, sehingga bisa mengejar nilai inflasinya 

Keuntungan dan kelemahan investasi Dolar dalam bentuk tabungan?


Kelebihan dan kekurangan

Untuk melengkapi gambaran kalian mengenai jenis investasi Dolar ini secara keseluruhan, maka aku akan kasi kalian gambaran mengenai keuntungan dan kerugian dari jenis investasi ini sebagai berikut.

Keuntungan :

  1. Nilai tukar cenderung stabil
  2. Returnnya cukup tinggi, tercatat return selama 10 tahun (2010-2020) total sebesar 60%
  3. Mempermudah dalam transaksi nantinya kalau memang dibutuhkan

Kelemahan :

  1. Suku bunga rendah dibandingkan dengan tabungan biasa dalam rupiah
  2. Tidak bisa menarik dollar sewaktu-waktu. Kalau kita invest di bank, maka sebelum penarikan harus konfirmasi ke bank ybs agar menyediakan nominal yang kita perlukan
  3. Dikenakan biaya profisi. Semakin besar yang ditarik, semakin besar pula biaya profisinya

Tips-tips investasi Dolar dengan tabungan?

  1. Pastikan menabung atau membeli dollar di bank atau tempat yang resmi atau terpercaya
  2. Pilih bank dengan setoran awal yang tidak memberatkan (ringan) atau dalam artian tidak mengharuskan biaya setoran tinggi diawal
  3. Pilih bank dengan suku bunga yang kompetitif sehingga akan mewujudkan investasi yang menguntungkan
  4. Jaga saldo tabungan agar tidak dibawah setoran awal, karena bisa kemungkinan kena penalti
  5. Perhatikan kurs dan biaya lainnya
  6. Tentukan kapan harus membeli dan menjual 
  7. Kurs di money changer dan bank jelas memiliki perbedaan, sehingga kalau kalian memang ingin menjual Dolar-Dolar AS yang dimiliki, jualah di pihak yang bersedia membelinya dengan harga tertinggi


Oke sekian dulu ulasan mengenai jenis investasi mata uang asing yaitu Dolar. Semoga ilmunya bisa bermanfaat bagi kalian semua yaa. See you next time, terimakasih sudah membaca ;)


Cara-Cara Alokasi Uang Berdasarkan Besaran Gaji/Penghasilan


Metode Budgeting

Hai guys, selamat datang kembali di manusiagabut.site. Nah di artikel sebelumnya kita udah pernah bahas nih tentang gimana caranya menerapkan prinsip LSP (Living, Saving Playing) untuk mengatur keuangan kita. Namun seperti yang sudah disebutkan di artikel tersebut, kalau prinsip LSP lebih cocok jika diterapkan oleh kita yang memiliki pemasukan diatas UMP atau bisa kita katakan diatas penghasilan 5 juta rupiah. Lalu untuk penghasilan yang tergolong dibawah ataupun diatas UMP tersebut, bagaimana cara alokasi keuangan yang cocok?. Nah untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita akan ulas melalui artikel ini. Di artikel kali ini, aku akan bantu kalian memberikan gambaran metode alokasi keuangan yang cocok untuk kalian terapkan berdasarkan besaran penghasilan atau gaji secara umum. 

Mengapa perlu menerapkan metode alokasi uang berdasarkan perbedaan jumlah penghasilan?


Metode alokasi keuangan

Berdasarkan sumber refrensi dari ZAP Finance, sebenarnya terdapat tiga metode alokasi keuangan yang bisa kalian coba berdasarkan berapa jumlah pemasukan/penghasilan/gaji yang kalian dapatkan per bulannya. Aku sendiri udah pernah nyoba dan berhasil satu dari tiga metode yang ada. Lalu kenapa sih kita perlu menggunakan metode yang berbeda-beda untuk mengatur alokasi keuangan yang disesuaikan dengan besaran penghasilan?. Jawabannya simpel banget, yaitu untuk menghindari over budgeting atau less budgeting. Maksudnya adalah jangan sampai metode budgeting yang kita gunakan justru pada akhirnya akan menjerumuskan kita entah itu membuat anggaran kita setiap bulannya melebihi kemampuan penghasilan yang kita miliki (over budgeting) ataupun justru sebenarnya kita sebenarnya masih bisa memaksimalkan penggunaan uang yang kita miliki setiap bulannya seperti untuk menabung atau investasi, namun tidak kita lakukan karena ternyata menggunakan metode budgeting yang tingkatannya lebih rendah dibandingkan dengan posisi penghasilan kita saat ini. Nah oleh karena itu untuk memaksimalkan seluruh penghasilan yan kita miliki untuk kebutuhan hidup dan hal-hal bernilai lainnya, maka diperlukan metode budgeting yang tepat nih. Yuk langsung saja kita bahas satu per satu metodenya yaa.

  1. Commitment Budgeting
    Commitment budgeting merupakan metode alokasi uang yang direkomendasikan untuk penghasilan atau gaji minimal senilai UMP atau dibawah 5 juta rupiah. Sesuai dengan namanya, metode commitment budgeting ini menerapkan prinsip hanya dengan membagi penghasilan atau uang kedalam dua kategori besar. Yaitu pertama untuk berbagai kegiatan yang kita komitmenkan untuk dilakukan serta yang kedua adalah untuk berbagai kegiatan yang berhubungan dengan simpan menyimpan uang (saving). Kenapa tidak ada anggaran atau alokasi uang untuk bersenang-senang?, karena proses menyenangkan diri sendiri dianggap sebagai prioritas terakhir. Dengan penghasilan yang terbatas ini, alangkah lebih baik jika kita terlebih dahulu menggunakan uang yang kita miliki untuk memenuhi kebutuhan yang lebih penting, dan tentunya pilihan untuk menyenangkan diri sendiri bukanlah pilihan yang terlalu penting dan mendesak untuk dilakukan.

    Adapun tidak ada aturan khusus apa-apa saja kegiatan yang dikelompokkan sebagai kegiatan
    commitment dan kegiatan saving. Masing-masing diserahkan kepada kalian nih, tentunya yang harus disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing yaa. Nah biasanya, kegiatan-kegiatan yang tergolong dalam kategori commitment adalah kegiatan-kegiatan dalam rangka pemenuhan seluruh kebutuhan primer dan sedikit kebutuhan sekunder. Contoh-contoh beberapa kegiatan yang dapat dimasukkan kedalam kategori commitment ini adalah seperti makan, minum, biaya sewa tempat tinggal dan segala keperluan rumah tangga bulanan, biaya transportasi serta kebutuhan penunjang pekerjaan atau kehidupan sehari-hari lainnya seperti pembelian pulsa atau kuota internet untuk memperlancar proses komunikasi. Nah kalau kalian misalnya ingin juga mengalokasikan uang kalian untuk bersenang-senang, sebenarnya sah-sah aja kok untuk dimasukkan kedalam kategori commitment ini. Namun ingat ya guys, JANGAN BERLEBIHAN hehe. Untuk kegiatan yang terkategori commitment bagi kalian, maka persentase uang yang harus kalian alokasikan kedalamnya adalah sebesar 75% dari total penghasilan atau pemasukan yang kalian dapatkan setiap bulannya.
     

    Kemudian, sisanya sebesar 25%, dialokasikan untuk berbagai kegiatan saving atau penyimpanan uang. Nah berbagai kegiatan saving yang bisa kalian lakukan bisa dalam bentuk tabungan biasa, deposito, tabungan berjangka, reksadana, saham, dana darurat, ataupun bentuk simpan menyimpan uang yang lainnya

  2. Simple Budgeting
    Metode budgeting yang kedua adalah simple budgeting atau yang biasa kita sebut sebagai prinsip LSP (Living, Saving, Playing). Metode budgeting ini direkomendasikan untuk kalian yang merasa memiliki gaji diatas UMP atau diatas 5 juta rupiah yang dirasa merupakan angka penghasilan yang sudah mencukupi dan layak untuk membaginya menjadi tiga alokasi besar. Sesuai dengan namanya, menggunakan metode simple budgeting ini, alokasi penghasilan yang kita dapat dibagi menjadi 3 alokasi besar yaitu untuk kegatan yang tergolong dalam kategori Living, Saving, ataupun Playing dengan persentase masing-masingnya adalah 50% alokasi untuk Living, 30% untuk kegiatan Saving, dan sisanya yaitu 20% untuk berbagai kegiatan Playing versi kalian. Nah persentasenya bisa kalian ubah-ubah nih sesuai dengan prioritas dan kepentingan kalian asalkan tetap memegang prinsip bahwa alokasi untuk Living harus lebih besar dibandingkan dengan dua lainnya yaitu Saving dan Playing. Sedangkan alokasi untuk Saving harus lebih besar dibandingkan untuk Playing. Sehingga persentase alokasi untuk kegiatan Playing menjadi paling kecil. Untuk penjelasan lebih lengkapnya mengenai prinsip LSP ini, kalian bisa baca di artikel kita yang satu ini Prinsip LSP (Living, Saving, Playing). Di artikel tersebut, kalian akan mendapat gambaran lebih jelas mengenai prinsip LSP ini.

  3. Value Based Budgeting
    Nah metode budgeting yang ketiga sekaligus yang terakhir dinamakan sebagai metode value based budgeting dimana prinsip utamanya adalah kita mengalokasikan uang atau penghasilan yang kita miliki dengan memengang pondasi utama yaitu "ada hal yang ingin dicapai". Misalnya seperti ini, dalam tiga tahun kedepan, kalian ingin mengalokasikan seluruh penghasilan bulanan kalian agar dalam tiga tahun kedepan kalian bisa membeli sepeda motor seharga 20 juta rupiah. Nah dari sinilah kalian nge-breakdown seluruh penghasilan kalian agar alokasi kalian tepat dan menghasilkan 20 juta rupiah diakhir tahun ketiga tersebut. Karena target yang ingin dicapai adalah 20 juta rupiah dalam waktu 3 tahun (36 bulan), maka per bulannya setidaknya kalian harus menabung atau menyimpan uang (saving) senilai 600 ribu rupiah. Dari sini maka minimal alokasi uang kalian untuk saving adalah senilai 600 ribu rupiah. Kemudian barulah sisanya kalian bagi-bagi sisa uang penghasilan kalian kedalam kegiatan Living dan Playing ataupun langsung mengkategorikannya kedalam kegiatan commitment seperti metode commitment budgeting. Simpel banget sebenarnya asalkan kalian memang benar-benar mampu disiplin dalam menjalaninya.

Apakah metode budgeting yang dipilih harus berpaku pada jumlah penghasilan yang dimiliki?


Free

Well, jawabannya tidak. Aku sendiri pribadi hanya merekomendasikan metode budgeting yang cocok untuk setiap besaran penghasilan atau gaji yang kalian dapat. Tentunya dengan alasan utama adalah untuk menghindari over budgeting ataupun less budgeting seperti yang sudah aku bilang sebelumnya. Tapi misalkan nih, kalian masih memiliki penghasilan dibawah UMP namun tetap ngotot untuk mencoba metode Simple Budgeting, ya sah-sah saja sih. Namun jangan sampai nanti ternyata kalian tidak bisa melaksanakan apa yang sudah kalian rencanakan atau alokasikan. Karena sebenarnya hal tersulit dalam metode budgeting atau mengatur alokasi keuangan ini adalah saat proses pelaksanaan atau implementasinya. Jadi semuanya terserah kalian namun harus tetap dipikirkan matang-matang.

Oke sekian dulu bahasan mengenai jenis-jenis alokasi uang (budgeting) berdasarkan besaran gaji /penghasilan yang kalian miliki. Semoga bermanfaat yaa. Tunggu terus artikel-artikel selanjutnya. Terimakasih sudah membaca :)

INVESTASI, ASET, VS LIABILITAS? Anak Muda Wajib Tahu!

Halo semuanya, kali ini topik yang akan dibahas sebenarnya bukan topik yang familiar terutama bagi kita sebagai kaum milenial. Tapi menurutku, justru topik ini merupakan topik paling penting dan wajib untuk kalian ketahui sebagai dasar agar nantinya kalian tidak tersesat atau salah jalan dalam mengambil keputusan dan menentukan nasib keuangan kalian. 

Aset vs Liabilitas


Pernah ngga sedikit aja terbersit di benak kalian bahwa rumah, mobil, tanah, atau aset kalian lainnya beneran merupakan aset atau bukan?. Jangan-jangan itu semua termasuk liabilitas di kehidupan kalian. Loh emang apa bedanya kak?. Nah ini nih, saat ini banyak sekali orang yang merasa dirinya cukup berduit menghabiskan uangnya untuk membeli berbagai aset. Namun apa jadinya kalau kalian justru salah membeli? Maksud hati ingin membeli aset namun justru kalian malah membeli liabilitas. Membedakan yang mana aset dan yang mana termasuk liabilitas harus benar-benar kalian lakukan dengan benar, terutama jika kalian memang serius ingin sukses secara finansial. Memiliki aset memang sudah merupakan hal yang wajib saat ini yang biasanya memiliki tujuan utama adalah mendapatkan harga jual lebih tinggi dimasa depan ataupun menjadi sumber pemasukan rutin. Namun, salah-salah hal yang kalian anggap aset ini bisa jadi suatu saat akan merugikan kalian dan menjadi liabilitas. Udah makin bingung belum? (wkwk). Yaudah, yuk kita langsung bahas aja biar lebih jelas.

Pengertian Aset dan Liabilitas?

Aset vs Liabilitas

Aset merupakan segala sesuatu yang dapat menjadi sumber pemasukan yang pada akhirnya akan menambah kekayaan kita. Atau aset  juga sering dikonotasikan sebagai segala sesuatu yang mampu mendatangkan penghasilan bagi kita seperti tanah yang disewakan, usaha bisnis, hingga  kepemilikan surat berharga seperti saham dan obligasi. Sedangkan liabilitas atau kewajiban merupakan segala sesuatu yang menjadi sumber pengeluaran kita dan akan menghabiskan kekayaan kita atau mengurangi penghasilan kita. Contoh liabilitas seperti pajak, hutang, dan lain sebagainya. Namun bukan berarti setiap aset dan liabilitas masing-masing merupakan dua barang atau objek yang berbeda. Kadangkala aset dan liabilitas merupakan barang atau objek yang sama namun dikategorikan menjadi berbeda tergantung pada apakah dia menjadi sumber pengeluaran kita atau justru menjadi sumber pemasukan kita. Contoh nyatanya adalah ketika kita memiliki rumah. Ketika misalnya kita harus menghabiskan uang 1 juta rupiah per bulan untuk pemeliharaan rumah secara rutin, maka rumah ini akan disebut sebagai liabilitas. Namun apabila ternyata rumah ini tidak kalian tempati dan justru kalian sewakan (kontrakkan), maka karena rumah ini akan menghasilkan keuntungan atau pemasukan tambahan untuk kalian, kemudian rumah ini akan disebut sebagai aset dan bukan liabilitas. 

Contoh Aset dan Liabilitas

Lalu bagaimana cara memperbesar aset?

Investasi merupakan setiap usaha yang kita lakukan untuk menambah akumulasi nilai dari kekayaan kita. Oleh karena itu, untuk memperbesar aset maka mulailah membelanjakan uang yang kita miliki pada barang investasi modal (capital investment good), jangan justru kebanyakan membeli barang konsumsi (consumption good) yang tidak akan memberikan nilai tambah apapun. Adapun terdapat beberapa jenis barang yang termasuk kedalam investasi modal sebagai berikut:

  • Direct investment/investasi langsung
Direct investment merupakan jenis investasi dimana investor perlu untuk terlibat langsung dalam menjalankan usaha atau kegiatan yang dilakukan di tempat kita berinvestasi. Misalnya adalah membeli tanah, membangun pabrik, dan pembelian mesin-mesin produksi
  • Indirect investment/investasi tidak langsung
Indirect investment ini biasanya dapat kita sebut juga sebagai portfolio investment. Yang mana investor tidak perlu untuk terlibat langsung dalam menjalankan usaha atau kegiatan yang dilakukan di tempat kita berinvestasi. Indirect investment ini dikelompokkan menjadi dua yaitu pasar modal dan pasar uang. Nah jenis investasi pasar modal dan pasar uang inilah yang merupakan jenis investasi yang biasanya paling sering kita semua lakukan sebagai anak muda. Contoh dari incirect investment adalah sebagai berikut:
    • Pasar modal : Saham dan obligasi
    • Pasar uang : Tabungan, transaksi mata uang asing, dan deposito
  • Inventory investment
Inventory ivestment merupakan jenis investasi dengan cara membelian barang-barang tertentu yang memiliki nilai jual tinggi dengan harapan nilai jual dari barang tersebut akan naik dikemudian hari sehingga akan menaikkan keuntungan atau return yang didapat seiring berjalannya waktu. Contoh dari inventory investment yaitu investasi Emas, Barang antik, Lukisan, dan Logam Mulia

Indirect Investment untuk dilakukan Anak Muda

Seperti yang sudah aku jelasin sebelumnya bahwa salah satu cara untuk memperbesar aset kita adalah dengan melakukan investasi tidak langsung (indirect investment) yang kemudian dibagi lagi menjadi dua jenis yitu investasi pasar modal dan investasi pasar uang. Kita sebagai anak muda baik fresh graduate ataupun masih kuliah, tentu saja punya satu keterbatasan yang utama, yaitu keterbatasan dalam hal jumlah pemasukan atau penghasilan. Biasanya keterbatasan inilah yang kemudian membatasi kita untuk memilih jenis investasi apa yang bisa dan memungkinkan untuk dilakukan. 

Memilih jenis indirect investment ini memang merupakan pilihan yang bisa dikatakan paling mudah dan paling familiar bagi kita sebagai anak muda. Kita bisa memulai investasi tersebut baik di pasar modal maupun pasar uang. Kalian hanya harus memilih mana yang menjadi keinginan yang disesuaikan dengan kemampuan dan tujuan finansial kalian. Bahkan saat ini sudah banyak yang terjun kedalam dunia investasi pasar modal seperti saham dan obligasi melalui beberapa platform digital yang ada ataupun dikemas dalam bentuk lain seperti reksadana yang tentunya biaya awal untuk dapat melakukan jenis investasi ini tidak terlalu tinggi. Sedangkan investasi pasar uang juga masih banyak dilakukan, namun biasanya dengan tujuan bukan untuk mendapatkan return yang lebih tinggi. Melainkan untuk menabung dana darurat atau keperluan lainnya yang memerlukan risiko lebih rendah.

Kesimpulannya?

Nah menurut aku udah sangat sewajarnya nih kita sebagai anak muda wajib tahu betul mengenai perbedaan antara aset dan liabilitas agar kita nantinya mampu membeli aset secara benar. Salah satu cara untuk memperbesar kekayaan aset kita ya dengan cara membelanjakan uang kita kedalam jenis investasi modal yang aku sebutkan tadi. Tapi gak semua anak muda dong punya uang melimpah dan bisa membeli seluruh jenis investasi modal tersebut. Makanya aku sarankan mulailah dari jenis investasi yang paling ramah yaitu indirect investment. Disini kalian bisa memilih antara pasar modal atau pasar uang. Contohnya aja untuk investasi obligasi (pasar modal), kalian bisa melakukannya dalam kemasan reksadana melalui berbagai platform digital yang ada. Untuk saham sendiri sekarang sudah banyak banget bank-bank sekuritas yang menyediakan jasa pembukaan rekening saham. Untuk melakukan investasi sahamnya pun kalian bisa menggunakan aplikasi mobile yang memang merupakan mitra dari bank sekuritas tempat kalian membuka rekening saham. Kalau masalah investasi pasar uang, udah ngga usah aku jelasin lagi ya, karna nabung biasa dan deposito pasti sudah sangat familiar ditelinga kalian. Lalu kenapa aku tidak menyarankan untuk melakukan jenis direct investment ataupun inventory investment. Jawabannya sederhana, karena memerlukan modal yang tinggi dan perlu pengetahuan dan kemampuan yang lebih tinggi. Contohnya inventory investment yaitu investasi barang antik. Tentunya ini memerlukan biaya atau modal yang tinggi diawal untuk membeli barang antik tersebut. Namun saat ini beberapa jenis inventory investment seperti investasi emas sudah bisa dilakukan dengan modal yang sedikit, sehingga investasi emas bisa kalian lakukan dengan mudah.

Jadi menurutku, mulai sekarang kita sebagai anak muda harus sudah mulai berpikir untuk membeli sebanyak-banyaknya aset dengan cara investasi di berbagai jenis investasi modal dan menghindari semaksimal mungkin pembelian liabilitas. Dengan begitu kita semua akan mampu berinvestasi dengan cara pandang yang benar untuk mencapai berbagai tujuan keuangan kita dimasa depan.

Oke sekian dulu ya guys bahasan kali ini yang mungkin bukan bahasan familiar, namun bisa dikatakan sangat penting sebagai pondasi kita dalam berinvestasi. Nantikan artikel-artikel selanjutnya yaaa, terimakasih sudah membaca ;)

Review Bareksa VS Bibit Reksa Dana

 Selamat datang kembali di manusiagabut.site, kita akan lanjutin belajar reksa dana. Sebelumnya kita udah ngebedah jenis - jenis reksa dana dan plus - minusnya untuk dipilih. Nah kalau sudah tau jenisnya dan kelemahan serta kelebihannya, sebelum memutuskan untuk membeli kita harus nentuin dulu dimana mau beli reksa dana itu kan?

Bareksa VS Bibit
 

 Jaman dulu mungkin 5 - 10 tahun ke belakang mungkin masih agak ribet cara belinya yaitu harus ke bank, ngga semua bank bisa, ngurusnya ribet dan lama, dan ada minimum pembelian yang dananya ga bisa dibilang "minimum" buat sekelas kantong mahasiswa kita. Bahkan di youtube ada yang pernah cerita pengalaman beli reksa dananya di bank, tau ga gimana ribetnya? Jadi dia nanya CS (Customer Service) bank X "mba saya mau beli reksa dana" trus mbanya bingung trus bilang mau nanya dulu ke atasannya. Setelah nunggu sekian lama, datenglah atasannya trus nanya lagi "mba mau beli reksa dana ya?" trus dibawain seabrek daftar reksa dana yang bisa dibeli (dalam kertas ya ini) trus kita mesti milih - milih disitu sambil diliatin (kan jadi insecure ya), dan berita buruknya lagi ada minimum pembeliannya yaitu sekiat juta rupiah kalo ga salah. Padahal ini orangnya cuman mau nanya dulu, kan malah jadi mengurungkan niat kan orangnya :( Terdengar ribet kan? Memang!!!

Tapi itu dulu ya. Sekarang di jaman yang udah serba digital, serba online, udah banyak platform investasi digital yang bertebaran, khususnya reksa dana ya. Platform reksa dana yang cukup terkenal itu misalnya Bukareksa (Bukalapak), Tokopedia Reksadana, Bareksa, dan Bibit. Tapi yang perlu jadi catatan Bukareksa dan Tokopedia Reksadana ini bekerja sama sama Bareksa, jadi dengan kata lain kita beli barang jualan Bareksa melalui Bukareksa atau Tokopedia Reksadana itu yang kemungkinan ada perbedaan harga sih (jujur belum pernah bandingin soalnya). Nah kali ini fokus kita adalah Bareksa dan Bibit. 

Jadi Bareksa dan Bibit ini sebenarnya adalah marketplace atau sederhananya tempat para manajer investasi menjual dagangannya. Kalau belum tau apa itu manajer investasi, kayanya kalian harus baca artikel kita tentang Kenalan Sama Reksa Dana.

 Oke kita mulai dari persamaannya dulu. Jadi sebenarnya Bareksa dan Bibit ini banyak kesamaannya. Temanya sama - sama hijau, menjual produk yang sama dengan harga yang sama, sering ada promo - promonya. Nah trus apa dong bedanya? ayo kita list bareng - bareng di bawah

Bareksa VS Bibit
 

  1. Bareksa

    • Memiliki Versi Web

      Fitur ini sebenarnya tergantung kebiasaan sih, ada orang yang lebih suka menjelajah dengan laptop/komputer, tapi tidak sedikit juga yang lebih suka menggunakan HP. Menurutku sendiri fitur web ini lebih ngebantu kalo kita mau baca prospektus atau Fung Fact Sheet dari produk yang mau kita beli. Kalau untuk top-up mah pake HP cukup.
    • Bisa Finger Print (di HP)

      Buat kalian yang HP nya udah support finger print dan agak mageran buat ngetik pin, fitur ini lumayan berguna sih. Selain itu fitur ini juga cukup membantu pas kita mau ngebuka aplikasi di keramain dan parno kalau orang - orang akan nyontek pin kita.
    • Pilihan Reksa Dana Lebih Banyak

      Di Bareksa kita diberikan tiga daftar produk reksa dana teratas, namun kita juga bisa memilih dengan fitur Filter, Sort dan Compare antar reksa dana yang ada. Per Agustus 2019 ada sekitar 2.144 produk yang dijual di Bareksa. Sampe pusing dah tuh milih produk.
    • Bisa Diversifikasi Portofolio

      Selain membeli reksa dana, di Bareksa kita juga bisa mendiversifikasi portofolio investasi kita loh. Salah duanya adalah investasi Emas dan SBN (Surat Berharga Negara). Tapi kalau tidak salah untuk pembelian SBN itu wajib memverifikasi NPWP sih.
    • Tidak Memiliki Rekomendasi Pembelian

      Ya, jadi kalau kalian memutuskan investasi reksa dana di bareksa kalian harus udah matang untuk melakukan pemilihan. Karena disini harus nentuin sendiri mau beli yang mana, setidaknya sudah ada pengetahuan yang mencukupi lah untuk melakukan pembelian.
    • Metode Pembayaran Terbatas

      Nah ini yang aku kurang suka banget dari Bareksa, soalnya setauku metode pembayarannya hanya ada dua pilihan yaitu Ovo dan Transfer Bank. Pembayaran dengan ovo sendiri cuma tersedia di aplikasi HP, jadi ya percuma kalo ada versi webnya tapi untuk check out produknya pake ovo tetep mesti buka lagi lewat HP (meskipun bayar pake ovo nya juga buka HP sih)

      Bareksa VS Bibit

  2. Bibit

    • Rekomendasi Robo Advisor

      Berbeda dengan Bareksa, Bibit menyediakan fitur yang sangat berguna buat kamu yang agak mager baca dan mager buat ngebandingin produk - produk reksa dananya. Jadi si Robo Advisor ini bakal nyediain produk yang cocok untuk kamu beli sesuai dengan profil risikomu. Misal profil risikomu rendah (takut liat porofolio merah) jadi mayoritas uang kamu bakal dibeliin reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap. Keren kan? Ya emang itulah yang dibanggakan oleh Bibit dibanding pesaingnya.
    • Metode Pembayaran Bervariasi

      Nah kalau di Bibit ini metode pembayarannya lebih banyak, setauku ada Gopay, LinkAja, Virtual Akun Bank, dan Transfer Manual. Lumayan banyak kan? setidaknya ada pilihan lain lah untuk melakukan pembayaran.
    • Hanya Menyediakan Reksa Dana

      Di aplikasi Bibit kamu hanya bisa melakukan pembelian reksa dana. Tapi menurutku ini bukan masalah sih karena kalau menyediakan produk lain biasanya akan terjadi kerja sama dengan platform lain sehingga akan ada kenaikan harganya dalam kata lain cuannya kurang.
    • Hanya Tersedia Aplikasi HP

      Kayanya ini ngga usah dijelasin lagi lah ya? intinya dia cuman ada di HP.
    • Pilihan Reksa Dana Lebih Sedikit

      Kalo di Bibit produk reksa dananya lebih dari 100 produk, dari sekitar 18 manajer investasi. Sebenarnya ada plus minusnya ya jelas, di satu sisi kita bisa milih produk dan manajer investasi yang sudah difilter dari awal oleh si Bibit (mungkin ini juga untuk mempermudah kerjanya si Robo Advisor sih ya). Tapi di sisi lain pasti ada orang yang lebih suka dibebasin aja buat milih produk dan manajer investasi yang mereka mau.

Jadi gimana menurut kalian lebih baik Bareksa atau Bibit? ingat milihnya kembali ke profil kalian masing - masing ya. Tapi saranku sih buat yang agak mageran baca dan ngebandingin produk pake Bibit aja, tapi kalau pengen milih lebih banyak dan bebas bisa pake Bareksa.

Nah buat kalian yang pengen daftar Bibit, ini aku ada kode referal yang bisa kalian pake. Jadi keuntungan yang bakal kalian dapet kalau pake kode referal ini adalah cashback sebesar 25.000 lumayan kan???

Kode Referral Bibit: widi860

Bisa juga download aplikasinya: http://bit.ly/bibitreferral1

Nah kayanya sekian dulu perbandingan antara Bareksa dan Bibit untuk investasi reksa dana. Semoga bermanfaat buat kita yang sama - sama belajar ngatur duit. Terima kasih sudah membaca. Have a nice day!! :)