Tampilkan postingan dengan label Dolar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dolar. Tampilkan semua postingan

5 Hal yang Wajib Diperhatikan Kalau Ingin Berinvestasi saat Resesi



investasi saat resesi

Halo teman-teman, kembali lagi di manusiagabut.site. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai apa aja sih hal-hal penting yang harus diperhatikan kalau kalian ingin berinvestasi disaat kondisi pandemi seperti ini yang justru menyebabkan kemungkinan terjadinya resesi.

Sebelumnya seperti yang kita ketahui bersama bahwa Menteri Keuangan Indonesia yaitu Sri Mulyani Indrawati yang pada tanggal 22 September lalu menyatakan bahwa Indonesia kemungkinan besar akan resmi mengalami resesi pada akhir September nanti. Lalu mungkin kalian yang masih awam akan bertanya-tanya " Apa sih yang dimaksud dengan resesi? memangnya kenapa kalau resesi? se-merugikan itu kah?". Oke, aku jelasin secara singkat aja ya jawaban dari seluruh pertanyaan tersebut.

Jadi resesi bisa dikatakan sebagai anjloknya kondisi perekonomian dalam suatu Negara. Suatu negara bisa dinyatakan resmi resesi kalau memang perekonomian suatu negara kontraksi berturut- turut, yakni pertumbuhan ekonomi negara negatif pada dua kuartal atau enam bulan. Nah contoh agar lebih gampangnya adalah misalnya Negara X pada 3 bulan pertama atau pada kuartal pertama yaitu (Januari-Maret) mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar -3%, kemudian 3 bulan selanjutnya  atau kuartal kedua yaitu (April-Juni) juga mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif misalnya 3,5%, maka dipastikan untuk kuartal selanjutnya negara tersebut akan mengalami resesi. Nah resesi ini bisa banget terjadi karena masyarakat dalam suatu negara "kurang" membelanjakan atau memutar uangnya. Jadi semacam minim transaksi. Nah makanya banyak negara-negara di dunia mengalami resesi juga karena masyarakat "tidak punya uang yang cukup" untuk melakukan transaksi. Sehingga perputaran uang di suatu negara tidak seimbang. Kemudian apakah resesi ini merugikan?, Jawabannya TENTU SAJA. Hal ini dikarenakan pasti setelah resesi terjadi akan ada PHK besar-besaran, sehingga angka pengangguran akan meningkat. Harga-harga produk investasi di pasar modal juga kemungkinan akan menurun. Kemudian daya beli masyarakat juga akan menurun akibat kehilangan sebagian besar pendapatan. 

Nah maka dari itu, di artikel ini aku akan coba bahas apa-apa saja yang penting banget untuk diperhatikan bagi kalian yang mau tetap berinvestasi dikondisi mendekati resesi atau bahkan sudah resesi seperti ini. Agar tidak tersesat dan salah jalan yang justru merugikan diri sendiri yaaa hehehe.

  1. Minimal sudah memiliki pegangan dana darurat atau dana hidup sebesar minimal 3 bulan baru boleh berinvetasi

    dana darurat

    Seperti yang sudah aku jelaskan sebelumnya bahwa resesi dapat berakibat pada utamanya adalah penurunan jumlah pendapatan masyarakat. Akibatnya uang yang akan dipegang oleh masyarakat juga akan semakin sedikit. Oleh karena itu sebelum kalian berpikir untuk mulai berinvestasi dimasa resesi seperti ini, kalian terlebih dahulu harus memastikan bahwa kalian sudah memiliki pegangan dana darurat
     yang cukup untuk mengantisipasi keperluan darurat yang mungkin muncul serta minimal kalian harus sudah siap dengan dana yang nominalnya sejumlah minimal untuk keberlangsungan hidup kalian selama 3 bulan. Poin ini aku letakkan paling pertama karena merupakan poin krusial yang wajib banget kalian perhatikan. Kan gak lucu ya kalau kalian ngebet banget ingin berinvestasi saat resesi seperti ini namun justru keperluan hidup primer dan sekunder kalian saja belum terjamin. Jadi perhatikan hal ini dulu ya teman-teman. 

    Baca juga: Dana Darurat Sebelum Investasi? Apakah Penting?

  2. Diversifikasi portofolio agar risiko kerugian tidak terlalu besar dan menumpuk pada satu jenis investasi

    diversifikasi portofolio

    Poin kedua adalah divesifikasi portofolio atau simpelnya adalah menginvestasikan uang kalian ke berbagai produk investasi, ingat ya BUKAN HANYA SATU produk investasi saja. Contohnya nih, karena indeks saham sedang turun, kalian jadi berbondong-bondong untuk membeli saham yang banyak. Namun kalian lupa menginvestasikan uang kalian di produk investasi lainnya seperti reksa dana dan sebagainya. Kalau seperti ini, risikonya akan sangat jauh lebih tinggi. Bisa jadi setelah kalian membeli saham, harganya akan terus turun tajam, maka sudah pasti kalian akan rugi besar. Berbeda jika seandainya kalian mengalokasikan sedikit untuk saham dan sisanya untuk berbagai produk investasi lain yang mungkin jauh lebih rendah risikonya. Maka setidaknya ketika portofolio saham kalian menurun, portofolio produk investasi kalian yang lainnya memberikan keuntungan atau grafiknya meningkat. Jadi tidak akan rugi-rugi banget.

  3. Investasi perlu diarahkan pada sektor-sektor yang masih berkinerja baik selama pandemi diantaranya adalah teknologi informasi, konsumer, kesehatan, dan telekomunikasi

    resesi

    Tidak bisa dipungkiri kalau kondisi ekonomi yang berujung pada terjadinya resesi di Indonesia ini berdampak negatif bagi hampir seluruh sektor di Indonesia, utamanya adalah sektor keuangan atau finance. Nah untuk menentukan jenis investasi yang setidaknya aman kalian lakukan pada resesi atau pandemi ini, tentunya kalian harus memilih investasi di sektor-sektor yang terbilang masih berkinerja baik selama pandemi atau resesi ini. Kalian bisa memilih seperti sektor konsumer, kesehatan, maupun telekomunikasi. Ketiganya merupakan sektor yang pasti tetap berkinerja baik karena masih menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat Indonesia bahkan dalam kondisi pandemi sekalipun. Sehingga jika kalian berinvestasi di ketiga sektor ini, kemungkinan besar investasi kalian akan aman dan bisa jadi akan untung. 

  4. Beli produk ivestasi luar atau pasar global, seperti dollar dll. Karena diuntungkan dari sisi makro dan kurs mata uang yang berbeda di negara tujuan

    pasar global

    Di poin yang keempat ini aku menyarankan kalian agar bisa berinvestasi di pasar gobal seperti investasi mata uang asing utamanya Dollar
    . Mengapa demikian?, karena misalnya kurs mata uang Indonesia yaitu Rupiah melemah, maka biasanya kurs mata uang asing utamanya Dollar akan meningkat. Kondisi resesi kemungkinan besar akan juga berefek pada kurs Rupiah, sehingga kurs Rupiah akan melemah. Nah melemahnya kurs Rupiah ini bisa diantisipasi jika kalian mampu berinvestasi Dollar, karena kurs Dollar AS biasanya akan menguat dan akan memberikan keuntungan bagi kalian dilihat dari selisih harga jual dan beli. Tapi ini tidak wajib kalian ikuti yaa, karena kembali lagi ke poin pertama yaitu lihat dahulu ketersediaan dana yang kalian miliki. Saran ini bisa kalian ikuti kalau memang sudah memiliki dana berlebih dan menginginkan jenis investasi yang aman dan menguntungkan. 

    Baca juga: Mengenal Jenis Investasi Mata Uang Dolar

  5. Jangan berinvestasi di emas, apalagi saat memasuki resesi akibat pandemi seperti sekarang

    investasi emas

    Kemudian yang terakhir adalah aku sarankan untuk saat ini jangan mencoba untuk berinvestasi
    emas. Hal ini dikarenakan harga emas sedang naik, jadi kalau kalian baru mencoba berinvestasi sekarang maka sudah sangat terlambat dan justru akan menjadi sangat rugi. Prinsip berinvestasi yang baik adalah belilah produk investasi saat harganya sedang turun, bukan di kondisi harga sedang naik. Selain itu, harga emas biasanya akan terbalik dengan harga saham. Jadi karena harga saham sedang turun secara drastis, maka harga emas sudah pasti naik. Investasi emas ini akan menguntungkan ketika kalian sudah memulainya dari sebelum pandemi yang berakibat pada resesi ini terjadi, karena saat itu harga emas masih dibawah harga emas saat ini. Jadi biar uang kalian aman disaat kondisi krisis seperti ini, kalian perlu menghindari jenis investasi yang berisiko tinggi dapat merugikan kalian. 

Baca juga: Apakah Harga Emas Selalu Naik?


Oke, jadi sekian dulu ya bahasan mengenai hal-hal yang wajib kalian perhatikan kalau ingin berinvestasi saat pandemi dan resesi sekarang ini. Semoga bisa menambah wawasan untuk kita semua yaa. Tungguin terus artiekel-artikel selanjutnya. Terimakasih sudah membaca :)





Dilema Pilih Investasi Emas atau Dolar?

emas vs dolar


Halo guys, kembali lagi di manusiagabut.site. Kali ini kita akan bahas dan membandingkan dua jenis investasi yang bisa dibilang memiliki beberapa kesamaan baik dari sistem investasinya maupun sisi lain dari kedua jenis investasi ini. Dua jenis investasi yang akan kita bandingkan sekarang ini, sebelumnya udah kita bahas masing-masing secara mendalam di disini yaitu jenis investasi emas dan investasi mata uang asing berupa Dolar

Perbandingan Emas vs Dolar?

  1. Nilai tukar emas vs dolar
    Untuk membandingkan kedua jenis investasi ini sebenarnya dapat dilakukan dengan utamanya adalah melihat nilai tukar keduanya yang berbeda. Dalam hal ini, nilai tukar dari emas notabene akan sama dimanapun itu, sedangkan nilai tukar dari mata uang dolar akan berbeda-beda bergantung dari dimana daerah yang dimaksud dan kapan kalian menukarkan mata uang tersebut serta kondisi-kondisi lain yang mempengaruhi. 

  2. Inflasi yang terjadi
    Umumnya secara rata-rata, nilai emas akan sangat stabil dan cenderung akan selalu naik. Walaupun turun, itu hanya terjadi sesekali. Berbeda dengan nilai dolar dimana nilai dolar akan lebih berfluktuasi. Fluktuasi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti meningkatnya konsumsi masyarakat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Inflasi yang berdampak pada mata uang asing ini memang sangat bisa terjadi karena perbandingannya adalah daya beli terhadap barang yang ada di negara tersebut. Jadi kalau kalian menginginkan jenis investasi yang lebih stabil, maka aku akan kasih kalian saran untuk lebih memilih jenis investasi emas.

  3. Kemudahan proses investasi dan keamanan
    Sebenarnya, dari kemudahan investasi. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, beberapa diantaranya juga memiliki kesamaan. Nah berikut aku rangkum aja apa sih kelebihan dan kekurangan dari masing-masingn dari segi kemudahan proses investasi kalau kalian memilih berinvestasi emas ataupun dolar

    Emas
    - Bisa dilakukan secara online maupun offline. Saat ini tersedia berbagai platform online seperti bareksa, bukalapak, dan lain sebagainya
    - Kalau memilih menyimpan emas sendiri, maka akan berisiko kehilangan dan penyimpanan harus dilakukan dengan aman (perlu biaya penyimpanan tambahan agar aman)
    - Walaupun lebih tidak aman karena rentan dicuri, namun emas lebih tidak mudah rusak dibandingkan penyimpanan dolar

    Dolar
    - Platform online untuk investasi dolar belum sebanyak emas
    - Bisa investasi dengan cara uang dolar disimpan sendiri, namun kembali lagi harus dilakukan penyimpanan dengan aman
    - Kalau menyimpan uang dolar sendiri, penyimpanan uang harus hati-hati agar tidak robek, lecek atau sejenisnya karena sangat mudah rusak dan akan dapat mengurangi nilai mata uang itu sendiri


  4. Kemudahan pencairan produk investasi
    Proses pencairan menjadi salah satu kriteria penting yang harus kalian ketahui nih terutama kalau memang uang yang kalian investasikan adalah untuk dana darurat. Investasi emas sendiri tergolong kedalam jenis investasi yang pencairannya cukup mudah dilakukan dan bisa dilakukan dengan cepat. Kalau kalian menyimpan emas secara pribadi, maka kalian hanya perlu menjual atau menggadaikan emas yang kalian simpan. Kalau kalian punya dalam bentuk online atau dalam artian ngga kalian pegang yang biasa disebut sebagai emas digital, ya tinggal dijual melalui platform online yang kalian gunakan tersebut. Sebenarnya simpel banget. Satu lagi tentang emas adalah bahwa karena nilainya jarang turun, jadi bisa akan aman dicarikan kapanpun juga.

    Untuk pencairan uang dolar, cenderung memiliki proses yang lebih ribet nih. Kalau kalian menyimpannya dalam bentuk tabungan di bank, berarti kalian harus datang dulu ke banknya langsung. Atau kalau kalian menyimpannya sendiri, proses akan menjadi lebih ribet dan lama. Kalian tentunya harus menukarkan uang dolar kalian secara mandiri ke bank atau ke money changer.

  5. Kemungkinan terjadinya devaluasi
    Devaluasi sendiri dapat diartikan sebagai penurunan nilai mata uang. Nah mata uang dolar sendiri tidak pernah mengalami yang namanya devaluasi. Misalnya kalau kalian saat ini menyimpan uang senilai 100 USD, maka uang yang kalian miliki nantinya akan tetap sama senilai 100 USD. Berbeda dengan nilai rupiah yang akan berubah tergantung dari kurs saat itu. Sama halnya dengan emas, tidak akan ada istilah devaluasi dalam investasi emas. Jadi untuk kriteria ini, keduanya imbang

Emas atau Dolar untuk jangka pendek atau jangka panjang?


Emas vs Dolar


Dari grafik di atas dapat dilihat jika nilai dollar lebih tinggi dibandingkan emas pada renatan waktu tahun 1998 hinngga tahun 2002, dimana tahun 2001 menjadi puncaknya. Sedangkan nilai emas naik pesat mulai dari 2004 sampai tahun 2017. Hal ini menandakan jika investasi valas (dolar) lebih cocok untuk investasi jangka pendek dan emas lebih cocok untuk investasi jangka panjang. Akan tetapi naik turunnya nilai valas maupun emas dipengaruhu oleh beberapa faktor, seperti keadaan ekonomi dunia, pasokan emas duani, nilai tukar emas terhadap dolar, dan masih banyak lagi.

Kesimpulannya?

Sebenarnya, kedua jenis investasi baik emas maupun dolar memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing seperti yang udah aku jelaskan dari poin 1 sampai poin 5. Sekarang tergantung kalian menginginkan jenis investasi seperti apa yang tentunya disesuaikan dengan tujuan investasi. Misalnya kalau kalian menyiapkan dana untuk jangka panjang, maka pilihlah investasi emas. Kemudian kalau kalian misalnya ingin menyiapkan dana untuk keperluan pembayaran menggunakan mata uang asing seperti travelling ataupun biaya pendidikan ke luar negeri, maka pilihlah jenis investasi dolar karena akan jauh lebih menguntungkan. Selain itu, untuk memilih diantara keduanya, kalian juga harus memerhatikan kemampuan dan kesanggupan kalian. Intinya adalah seluruh investasi pasti memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing serta risikonya masing-masing. Namun yang harus diingat adalah apa tujuan investasi kalian, batas kemampuan kalian, serta apakah kalian mengerti jenis investasi tersebut atau tidak. Jadi bebas aja nih kalian mau milih emas atau dolar, keduanya sama-sama menguntungkan dan sama-sama berisiko dengan caranya masing-masing.

So, itu aja dulu ya untuk bahasan kali ini mengenai investasi emas vs investasi dolar. Tungguin terus artikel-artikel selanjutnya yaaa. Terimakasih sudah membaca ;)



Mengenal Jenis Investasi Mata Uang Dolar

Dolar

Halo semuanya, selamat datang kembali di manusiagabut.site. Pernahkah kalian mendengar jenis investasi dengan cara transaksi mata uang luar atau biasanya kita sebut sebagai valas (valuta asing)?. Nah kalau kalian masih awam atau bahkan belum pernah mendengar jenis investasi ini sama sekali, maka kalian sangat tepat untuk datang ke artikel ini. Dalam artikel kali ini, kita akan bahas secara mendalam mengenai apa dan bagaimana sih cara investasi mata uang asing terutama jenis mata uang Dolar, serta bagaimanakah prospek kedepannya.

Tapi sebelumnya nih, bahasan kita kali ini dsepakati aja untuk memakai jenis matau uang Dolar yaitu US Dolar, karena memang mata uang US Dolar ini yang paling sering dipakai dalam transaksi ataupun perdagangan dunia. Adapun tercatat sebesar 60-70% menggunakan US Dolar sebagai mata uang transaksi mereka. Nah sebelum membahas secara mendalam mengenai bagaimana investasi mata uang Dolar ini berlangsung, ada hal dasar yang perlu kalian ketahui dulu nih. Hal dasar tersebut adalah pemahaman mengenai apa dan bagaimana perbedaan antara istilah kurs jual dan kurs beli. 

Perbedaan kurs jual dan kurs beli?


Kurs jual dan beli

Nah speerti yang sudah aku sebutkan sebelumnya bahwa istilah kurs jual dan kurs beli harus kalian pahami dengan benar dan cermat karena biasanya ada kesalahpahaman mengenai dua istilah tersebut. Kurs jual didefinisikan sebagai nilai yang ditawarkan bank atau money changer saat menjual Dolar AS ke masyarakat. Dengan kata lain, jika ingin memiliki Dolar AS, Anda membeli dari mereka dengan harga tersebut.

Sementara itu, kurs beli merupakan nilai yang ditawarkan ketika bank atau money changer membeli Dolar AS dari masyarakat. Artinya, kalian bisa menjual Dolar AS kepada bank dengan nilai tersebut. Yang harus Anda cermati dan pahami adalah kurs beli akan selalu lebih rendah daripada kurs jual.

Contohnya, ketika kurs beli Dolar AS terhadap Rupiah senilai Rp 13.500, kurs jualnya adalah Rp 14.000. Ini berarti kalian membeli per satu Dolar AS seharga Rp 14.000. Sedangkan jika kalian ingin menjual Dolar AS ke Rupiah, maka Dolar AS yang kalian miliki akan dihargai seharga Rp 13.500 per Dolar AS. Nah sampai sini sudah paham kan mengenai perbedaan antara kurs jual dan kurs beli?. Kalau sudah paham, ini akan menjadi pondasi yang kuat bagi kalian maju ke tahap selanjutnya untuk mengerti bagaimana berinvestasi mata uang asing terutama Dolar AS.

Kapan harus investasi Dolar ?


Kapan

Kapan sih kita sebaiknya melakukan jenis investasi mata uang Dolar?. Pasti sebagian besar dari kalian memiliki pertanyaan yang sama. Pada dasarnya, untuk memilih atau melakukan jenis investasi ini, maka kalian harus mengidentifikasi terlebih dahulu mengenai tujuan finansial yang ingin kalian capai. Coba kalian tanya diri sendiri deh, apakah tujuan finansial kalian related atau berhubungan dengan mata uang Dolar ngga?. Misalnya, kalau kalian memiliki tujuan finansial yaitu untuk naik haji atau umroh, perlu biaya untuk travelling atau apapun keluar negeri, maka sudah sangat jelas kita memerlukan mata uang Dolar. Atau pengen sekolah diluar negeri, ini juga termasuk kedalam tujuan finansial yang memerlukan keberadaan mata uang Dolar tersebut. Singkatnya kalau misalnya tujuan finansial kebanyakan dalam rupiah, mending jangan investasi Dolar. 

Cara investasi Dolar?

Sebenarnya terdapat beberapa cara dari cara yang simpel hingga ribet yang bisa kalian coba untuk mulai berinvestasi mata uang Dolar. Beberapa cara tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Buat rekening dollar di bank biasa dalam bentuk tabungan
    Salah satu cara dalam berinvestasi mata uang Dolar adalah dengan cara membuat rekening tabungan Dolar di bank biasa. Adapun beberapa bank yang menyediakan jasa ini adalah BTPN melalui aplikasi Jenius, BCA, HSBC, dll. Beberapa bank ada biaya pembeliannya dan ada biaya adminnya. Jadi memang sama persis seperti menabung di bank biasa

  2. Simpan dalam cash
    Kalau kalian memilih cara ini, maka kalian harus mempunyai dan menyimpan uang Dolar dalam bentuk cash. Adapun yang harus diperhatikan ketika menggunakan cara ini adalah tempat penyimpanan uang yang harus kalian sediakan. Uang Dolar harus ditaruh di tempat paling aman agar tidak hilang atau robek. Karena robek sedikit atau lecek sedikit akan mengurangi nilai tukar dari mata uang yang bersangkutan. Nah biasanya kebanyakan orang akan membeli Dolar terlebih dahulu di bank-bank yang menyediakan layanan ini.

  3. Membeli Dolar di money changer untuk selanjutnya disimpan dalam bentuk cash
    Sama sepeerti poin kedua tadi, namun bedanya adalah tempat pembelian Dolar. Disini kita bisa membeli Dolar di money changer. Namun sayangnya akan ada ada minimal pembelian yaitu biasanya sebesar 100 Dolar. Kerugian dari penyimpanan sendiri ini adalah adanya biaya untuk penyimpanan itu sendiri serta ada kemungkinan besar perbedaan kurs jual dan beli (spread) yang tinggi tergantung dimana kita membeli Dolar tersebut. Setiap bank atau money changer bisa saja memiliki kurs jual dan beli Dolar yang berbeda-beda. Karena itu, carilah pihak yang sedang menjual Dolar dengan harga terendah dan punya kurs beli tertinggi.

  4. Investasi di perdagangan kontrak valuta asing atau biasa kita kenal dengan Forex Trading. 
    Bagi kalian yang suka trading, maka investasi Dolar juga bisa dilakukan melalui trading loh. Kalian bisa tradingkan uang kalian di berbagai platform seperti salah satunya adalah Forex

  5. Investasi di reksadana US Dolar
    Sistemnya sama seperti investasi pada reksadana dalam rupiah

Nah, setelah kalian tau cara-cara apa aja yang bisa dilakukan untuk investasi Dolar, kemudian pasti akan muncul pertanyaan "aku harus pilih yang mana?". Jawabannya simpel banget, kalian hanya harus tau jangka waktu penyimpanan uang kalian yang disesuaikan dengan tujuan finansial kalian diawal. Nah aku jelasin dengan case seperti ini:

  1. Kalau kalian ingin berinvestasi sekaligus didepan dan dana dipakai dalam waktu dekat (dibawah 3 tahun) maka simpanlah uang kalian dalam tabungan dollar di bank biasa. Karena selain aman, juga bisa diambil kembali dengan mudah. Selain itu, risikonya juga rendah
  2. Jika kalian ingin menyimpan uang kalian diatas 3 tahun, adapun karena harus mengejar kenaikan inflasi (selain itu ada asumsi nilai tukar mata uang dimasa depan bisa naik bisa turun), lebih baik investasikan uang kalian dalam rupiah saja yang tingkat returnnya lebih tinggi dibandingkan nilai investasi produk Dolar, sehingga bisa mengejar nilai inflasinya 

Keuntungan dan kelemahan investasi Dolar dalam bentuk tabungan?


Kelebihan dan kekurangan

Untuk melengkapi gambaran kalian mengenai jenis investasi Dolar ini secara keseluruhan, maka aku akan kasi kalian gambaran mengenai keuntungan dan kerugian dari jenis investasi ini sebagai berikut.

Keuntungan :

  1. Nilai tukar cenderung stabil
  2. Returnnya cukup tinggi, tercatat return selama 10 tahun (2010-2020) total sebesar 60%
  3. Mempermudah dalam transaksi nantinya kalau memang dibutuhkan

Kelemahan :

  1. Suku bunga rendah dibandingkan dengan tabungan biasa dalam rupiah
  2. Tidak bisa menarik dollar sewaktu-waktu. Kalau kita invest di bank, maka sebelum penarikan harus konfirmasi ke bank ybs agar menyediakan nominal yang kita perlukan
  3. Dikenakan biaya profisi. Semakin besar yang ditarik, semakin besar pula biaya profisinya

Tips-tips investasi Dolar dengan tabungan?

  1. Pastikan menabung atau membeli dollar di bank atau tempat yang resmi atau terpercaya
  2. Pilih bank dengan setoran awal yang tidak memberatkan (ringan) atau dalam artian tidak mengharuskan biaya setoran tinggi diawal
  3. Pilih bank dengan suku bunga yang kompetitif sehingga akan mewujudkan investasi yang menguntungkan
  4. Jaga saldo tabungan agar tidak dibawah setoran awal, karena bisa kemungkinan kena penalti
  5. Perhatikan kurs dan biaya lainnya
  6. Tentukan kapan harus membeli dan menjual 
  7. Kurs di money changer dan bank jelas memiliki perbedaan, sehingga kalau kalian memang ingin menjual Dolar-Dolar AS yang dimiliki, jualah di pihak yang bersedia membelinya dengan harga tertinggi


Oke sekian dulu ulasan mengenai jenis investasi mata uang asing yaitu Dolar. Semoga ilmunya bisa bermanfaat bagi kalian semua yaa. See you next time, terimakasih sudah membaca ;)