Tampilkan postingan dengan label Emas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Emas. Tampilkan semua postingan

5 Hal yang Wajib Diperhatikan Kalau Ingin Berinvestasi saat Resesi



investasi saat resesi

Halo teman-teman, kembali lagi di manusiagabut.site. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai apa aja sih hal-hal penting yang harus diperhatikan kalau kalian ingin berinvestasi disaat kondisi pandemi seperti ini yang justru menyebabkan kemungkinan terjadinya resesi.

Sebelumnya seperti yang kita ketahui bersama bahwa Menteri Keuangan Indonesia yaitu Sri Mulyani Indrawati yang pada tanggal 22 September lalu menyatakan bahwa Indonesia kemungkinan besar akan resmi mengalami resesi pada akhir September nanti. Lalu mungkin kalian yang masih awam akan bertanya-tanya " Apa sih yang dimaksud dengan resesi? memangnya kenapa kalau resesi? se-merugikan itu kah?". Oke, aku jelasin secara singkat aja ya jawaban dari seluruh pertanyaan tersebut.

Jadi resesi bisa dikatakan sebagai anjloknya kondisi perekonomian dalam suatu Negara. Suatu negara bisa dinyatakan resmi resesi kalau memang perekonomian suatu negara kontraksi berturut- turut, yakni pertumbuhan ekonomi negara negatif pada dua kuartal atau enam bulan. Nah contoh agar lebih gampangnya adalah misalnya Negara X pada 3 bulan pertama atau pada kuartal pertama yaitu (Januari-Maret) mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar -3%, kemudian 3 bulan selanjutnya  atau kuartal kedua yaitu (April-Juni) juga mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif misalnya 3,5%, maka dipastikan untuk kuartal selanjutnya negara tersebut akan mengalami resesi. Nah resesi ini bisa banget terjadi karena masyarakat dalam suatu negara "kurang" membelanjakan atau memutar uangnya. Jadi semacam minim transaksi. Nah makanya banyak negara-negara di dunia mengalami resesi juga karena masyarakat "tidak punya uang yang cukup" untuk melakukan transaksi. Sehingga perputaran uang di suatu negara tidak seimbang. Kemudian apakah resesi ini merugikan?, Jawabannya TENTU SAJA. Hal ini dikarenakan pasti setelah resesi terjadi akan ada PHK besar-besaran, sehingga angka pengangguran akan meningkat. Harga-harga produk investasi di pasar modal juga kemungkinan akan menurun. Kemudian daya beli masyarakat juga akan menurun akibat kehilangan sebagian besar pendapatan. 

Nah maka dari itu, di artikel ini aku akan coba bahas apa-apa saja yang penting banget untuk diperhatikan bagi kalian yang mau tetap berinvestasi dikondisi mendekati resesi atau bahkan sudah resesi seperti ini. Agar tidak tersesat dan salah jalan yang justru merugikan diri sendiri yaaa hehehe.

  1. Minimal sudah memiliki pegangan dana darurat atau dana hidup sebesar minimal 3 bulan baru boleh berinvetasi

    dana darurat

    Seperti yang sudah aku jelaskan sebelumnya bahwa resesi dapat berakibat pada utamanya adalah penurunan jumlah pendapatan masyarakat. Akibatnya uang yang akan dipegang oleh masyarakat juga akan semakin sedikit. Oleh karena itu sebelum kalian berpikir untuk mulai berinvestasi dimasa resesi seperti ini, kalian terlebih dahulu harus memastikan bahwa kalian sudah memiliki pegangan dana darurat
     yang cukup untuk mengantisipasi keperluan darurat yang mungkin muncul serta minimal kalian harus sudah siap dengan dana yang nominalnya sejumlah minimal untuk keberlangsungan hidup kalian selama 3 bulan. Poin ini aku letakkan paling pertama karena merupakan poin krusial yang wajib banget kalian perhatikan. Kan gak lucu ya kalau kalian ngebet banget ingin berinvestasi saat resesi seperti ini namun justru keperluan hidup primer dan sekunder kalian saja belum terjamin. Jadi perhatikan hal ini dulu ya teman-teman. 

    Baca juga: Dana Darurat Sebelum Investasi? Apakah Penting?

  2. Diversifikasi portofolio agar risiko kerugian tidak terlalu besar dan menumpuk pada satu jenis investasi

    diversifikasi portofolio

    Poin kedua adalah divesifikasi portofolio atau simpelnya adalah menginvestasikan uang kalian ke berbagai produk investasi, ingat ya BUKAN HANYA SATU produk investasi saja. Contohnya nih, karena indeks saham sedang turun, kalian jadi berbondong-bondong untuk membeli saham yang banyak. Namun kalian lupa menginvestasikan uang kalian di produk investasi lainnya seperti reksa dana dan sebagainya. Kalau seperti ini, risikonya akan sangat jauh lebih tinggi. Bisa jadi setelah kalian membeli saham, harganya akan terus turun tajam, maka sudah pasti kalian akan rugi besar. Berbeda jika seandainya kalian mengalokasikan sedikit untuk saham dan sisanya untuk berbagai produk investasi lain yang mungkin jauh lebih rendah risikonya. Maka setidaknya ketika portofolio saham kalian menurun, portofolio produk investasi kalian yang lainnya memberikan keuntungan atau grafiknya meningkat. Jadi tidak akan rugi-rugi banget.

  3. Investasi perlu diarahkan pada sektor-sektor yang masih berkinerja baik selama pandemi diantaranya adalah teknologi informasi, konsumer, kesehatan, dan telekomunikasi

    resesi

    Tidak bisa dipungkiri kalau kondisi ekonomi yang berujung pada terjadinya resesi di Indonesia ini berdampak negatif bagi hampir seluruh sektor di Indonesia, utamanya adalah sektor keuangan atau finance. Nah untuk menentukan jenis investasi yang setidaknya aman kalian lakukan pada resesi atau pandemi ini, tentunya kalian harus memilih investasi di sektor-sektor yang terbilang masih berkinerja baik selama pandemi atau resesi ini. Kalian bisa memilih seperti sektor konsumer, kesehatan, maupun telekomunikasi. Ketiganya merupakan sektor yang pasti tetap berkinerja baik karena masih menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat Indonesia bahkan dalam kondisi pandemi sekalipun. Sehingga jika kalian berinvestasi di ketiga sektor ini, kemungkinan besar investasi kalian akan aman dan bisa jadi akan untung. 

  4. Beli produk ivestasi luar atau pasar global, seperti dollar dll. Karena diuntungkan dari sisi makro dan kurs mata uang yang berbeda di negara tujuan

    pasar global

    Di poin yang keempat ini aku menyarankan kalian agar bisa berinvestasi di pasar gobal seperti investasi mata uang asing utamanya Dollar
    . Mengapa demikian?, karena misalnya kurs mata uang Indonesia yaitu Rupiah melemah, maka biasanya kurs mata uang asing utamanya Dollar akan meningkat. Kondisi resesi kemungkinan besar akan juga berefek pada kurs Rupiah, sehingga kurs Rupiah akan melemah. Nah melemahnya kurs Rupiah ini bisa diantisipasi jika kalian mampu berinvestasi Dollar, karena kurs Dollar AS biasanya akan menguat dan akan memberikan keuntungan bagi kalian dilihat dari selisih harga jual dan beli. Tapi ini tidak wajib kalian ikuti yaa, karena kembali lagi ke poin pertama yaitu lihat dahulu ketersediaan dana yang kalian miliki. Saran ini bisa kalian ikuti kalau memang sudah memiliki dana berlebih dan menginginkan jenis investasi yang aman dan menguntungkan. 

    Baca juga: Mengenal Jenis Investasi Mata Uang Dolar

  5. Jangan berinvestasi di emas, apalagi saat memasuki resesi akibat pandemi seperti sekarang

    investasi emas

    Kemudian yang terakhir adalah aku sarankan untuk saat ini jangan mencoba untuk berinvestasi
    emas. Hal ini dikarenakan harga emas sedang naik, jadi kalau kalian baru mencoba berinvestasi sekarang maka sudah sangat terlambat dan justru akan menjadi sangat rugi. Prinsip berinvestasi yang baik adalah belilah produk investasi saat harganya sedang turun, bukan di kondisi harga sedang naik. Selain itu, harga emas biasanya akan terbalik dengan harga saham. Jadi karena harga saham sedang turun secara drastis, maka harga emas sudah pasti naik. Investasi emas ini akan menguntungkan ketika kalian sudah memulainya dari sebelum pandemi yang berakibat pada resesi ini terjadi, karena saat itu harga emas masih dibawah harga emas saat ini. Jadi biar uang kalian aman disaat kondisi krisis seperti ini, kalian perlu menghindari jenis investasi yang berisiko tinggi dapat merugikan kalian. 

Baca juga: Apakah Harga Emas Selalu Naik?


Oke, jadi sekian dulu ya bahasan mengenai hal-hal yang wajib kalian perhatikan kalau ingin berinvestasi saat pandemi dan resesi sekarang ini. Semoga bisa menambah wawasan untuk kita semua yaa. Tungguin terus artiekel-artikel selanjutnya. Terimakasih sudah membaca :)





Dilema Pilih Investasi Emas atau Dolar?

emas vs dolar


Halo guys, kembali lagi di manusiagabut.site. Kali ini kita akan bahas dan membandingkan dua jenis investasi yang bisa dibilang memiliki beberapa kesamaan baik dari sistem investasinya maupun sisi lain dari kedua jenis investasi ini. Dua jenis investasi yang akan kita bandingkan sekarang ini, sebelumnya udah kita bahas masing-masing secara mendalam di disini yaitu jenis investasi emas dan investasi mata uang asing berupa Dolar

Perbandingan Emas vs Dolar?

  1. Nilai tukar emas vs dolar
    Untuk membandingkan kedua jenis investasi ini sebenarnya dapat dilakukan dengan utamanya adalah melihat nilai tukar keduanya yang berbeda. Dalam hal ini, nilai tukar dari emas notabene akan sama dimanapun itu, sedangkan nilai tukar dari mata uang dolar akan berbeda-beda bergantung dari dimana daerah yang dimaksud dan kapan kalian menukarkan mata uang tersebut serta kondisi-kondisi lain yang mempengaruhi. 

  2. Inflasi yang terjadi
    Umumnya secara rata-rata, nilai emas akan sangat stabil dan cenderung akan selalu naik. Walaupun turun, itu hanya terjadi sesekali. Berbeda dengan nilai dolar dimana nilai dolar akan lebih berfluktuasi. Fluktuasi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti meningkatnya konsumsi masyarakat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Inflasi yang berdampak pada mata uang asing ini memang sangat bisa terjadi karena perbandingannya adalah daya beli terhadap barang yang ada di negara tersebut. Jadi kalau kalian menginginkan jenis investasi yang lebih stabil, maka aku akan kasih kalian saran untuk lebih memilih jenis investasi emas.

  3. Kemudahan proses investasi dan keamanan
    Sebenarnya, dari kemudahan investasi. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, beberapa diantaranya juga memiliki kesamaan. Nah berikut aku rangkum aja apa sih kelebihan dan kekurangan dari masing-masingn dari segi kemudahan proses investasi kalau kalian memilih berinvestasi emas ataupun dolar

    Emas
    - Bisa dilakukan secara online maupun offline. Saat ini tersedia berbagai platform online seperti bareksa, bukalapak, dan lain sebagainya
    - Kalau memilih menyimpan emas sendiri, maka akan berisiko kehilangan dan penyimpanan harus dilakukan dengan aman (perlu biaya penyimpanan tambahan agar aman)
    - Walaupun lebih tidak aman karena rentan dicuri, namun emas lebih tidak mudah rusak dibandingkan penyimpanan dolar

    Dolar
    - Platform online untuk investasi dolar belum sebanyak emas
    - Bisa investasi dengan cara uang dolar disimpan sendiri, namun kembali lagi harus dilakukan penyimpanan dengan aman
    - Kalau menyimpan uang dolar sendiri, penyimpanan uang harus hati-hati agar tidak robek, lecek atau sejenisnya karena sangat mudah rusak dan akan dapat mengurangi nilai mata uang itu sendiri


  4. Kemudahan pencairan produk investasi
    Proses pencairan menjadi salah satu kriteria penting yang harus kalian ketahui nih terutama kalau memang uang yang kalian investasikan adalah untuk dana darurat. Investasi emas sendiri tergolong kedalam jenis investasi yang pencairannya cukup mudah dilakukan dan bisa dilakukan dengan cepat. Kalau kalian menyimpan emas secara pribadi, maka kalian hanya perlu menjual atau menggadaikan emas yang kalian simpan. Kalau kalian punya dalam bentuk online atau dalam artian ngga kalian pegang yang biasa disebut sebagai emas digital, ya tinggal dijual melalui platform online yang kalian gunakan tersebut. Sebenarnya simpel banget. Satu lagi tentang emas adalah bahwa karena nilainya jarang turun, jadi bisa akan aman dicarikan kapanpun juga.

    Untuk pencairan uang dolar, cenderung memiliki proses yang lebih ribet nih. Kalau kalian menyimpannya dalam bentuk tabungan di bank, berarti kalian harus datang dulu ke banknya langsung. Atau kalau kalian menyimpannya sendiri, proses akan menjadi lebih ribet dan lama. Kalian tentunya harus menukarkan uang dolar kalian secara mandiri ke bank atau ke money changer.

  5. Kemungkinan terjadinya devaluasi
    Devaluasi sendiri dapat diartikan sebagai penurunan nilai mata uang. Nah mata uang dolar sendiri tidak pernah mengalami yang namanya devaluasi. Misalnya kalau kalian saat ini menyimpan uang senilai 100 USD, maka uang yang kalian miliki nantinya akan tetap sama senilai 100 USD. Berbeda dengan nilai rupiah yang akan berubah tergantung dari kurs saat itu. Sama halnya dengan emas, tidak akan ada istilah devaluasi dalam investasi emas. Jadi untuk kriteria ini, keduanya imbang

Emas atau Dolar untuk jangka pendek atau jangka panjang?


Emas vs Dolar


Dari grafik di atas dapat dilihat jika nilai dollar lebih tinggi dibandingkan emas pada renatan waktu tahun 1998 hinngga tahun 2002, dimana tahun 2001 menjadi puncaknya. Sedangkan nilai emas naik pesat mulai dari 2004 sampai tahun 2017. Hal ini menandakan jika investasi valas (dolar) lebih cocok untuk investasi jangka pendek dan emas lebih cocok untuk investasi jangka panjang. Akan tetapi naik turunnya nilai valas maupun emas dipengaruhu oleh beberapa faktor, seperti keadaan ekonomi dunia, pasokan emas duani, nilai tukar emas terhadap dolar, dan masih banyak lagi.

Kesimpulannya?

Sebenarnya, kedua jenis investasi baik emas maupun dolar memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing seperti yang udah aku jelaskan dari poin 1 sampai poin 5. Sekarang tergantung kalian menginginkan jenis investasi seperti apa yang tentunya disesuaikan dengan tujuan investasi. Misalnya kalau kalian menyiapkan dana untuk jangka panjang, maka pilihlah investasi emas. Kemudian kalau kalian misalnya ingin menyiapkan dana untuk keperluan pembayaran menggunakan mata uang asing seperti travelling ataupun biaya pendidikan ke luar negeri, maka pilihlah jenis investasi dolar karena akan jauh lebih menguntungkan. Selain itu, untuk memilih diantara keduanya, kalian juga harus memerhatikan kemampuan dan kesanggupan kalian. Intinya adalah seluruh investasi pasti memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing serta risikonya masing-masing. Namun yang harus diingat adalah apa tujuan investasi kalian, batas kemampuan kalian, serta apakah kalian mengerti jenis investasi tersebut atau tidak. Jadi bebas aja nih kalian mau milih emas atau dolar, keduanya sama-sama menguntungkan dan sama-sama berisiko dengan caranya masing-masing.

So, itu aja dulu ya untuk bahasan kali ini mengenai investasi emas vs investasi dolar. Tungguin terus artikel-artikel selanjutnya yaaa. Terimakasih sudah membaca ;)



4 Jenis Investasi yang Cocok untuk Kalian yang Mageran!

4 Investasi untuk yang Mageran


Hai guys, rasa mager hampir bisa dipastikan merupakan penyakit yang pernah dialami oleh semua orang. Termasuk aku nih wkwkwk. 
Pernah ngga kalian pengen banget investasi tapi super mager harus belajar dulu, belum lagi harus ngecek atau ngeliat laporan keuangan perusahaan, ataupun segala hal keuangan lainnya sebagai tindakan "fundamental" yang memang harus kalian lakukan sebelum memulai investasi?. Pasti pernah banget dong, mager emang udah jadi penyakit yang super duper susah untuk kita hilangkan, apalagi kalau jiwa mager udah mendarah daging wkwk. Makanya, untuk membantu kalian yang punya jiwa cukup mager tapi tetap bersikukuh dengan semangat membara ingin mulai berinvestasi, berikut aku rekomendasikan beberapa jenis investasi serta beberapa keuntungan dan kerugiannya ala manusiagabut.site yang pastinya dijamin cocok untuk kalian yang gak mau repot.

Rekomendasi Jenis Investasi!

  1. Tabungan Berjangka (Deposito)

    Deposito

    Tabungan berjangka atau yang lebih biasa kita kenal sebagai deposito merupakan jenis investasi yang paling gampang dan mudah untuk kalian lakukan. Prinsipnya simpel, kalian hanya perlu menabung dan menentukan jangka waktu kapan tabungan kalian jatuh tempo. Kemudian kalian akan mendapatkan bunga yang tetap dan lebih tinggi dibandingkan bunga ketika kalian menabung biasa yang besarannya disesuaikan dengan lama atau jangka waktu kalian menabung. Caranya juga simpel banget kok, kalian hanya perlu datang ke bank pilihan kalian (banknya bebas mau bank manapun karena hampir seluruh bank di Indonesia pasti menyediakan layanan ini), kemudian pilih tipe tabungan berjangka atau deposito yang kalian inginkan. Nah, namanya juga tabungan berjangka, jadi udah pasti banget ada jangka waktu yang harus kalian tentukan (biasanya ditawarkan oleh pihak bank itu sendiri, kalian tinggal milih doang hehe). Masing-masing bank akan menawarkan jangka waktu yang sangat bervariatif. Nah seperti yang udah aku bilang sebelumnya bahwa setiap pilihan jangka waktu akan memengaruhi besaran bunga yang akan kalian dapatkan. Biasanya semakin lama jangka waktu yang kalian pilih, semakin besar persentase bunga per tahun yang akan kalian dapatkan.

    Lalu kenapa bunga deposito besarannya lebih tinggi dibandingkan dengan bunga pada tabungan biasa?. Nah jawabannya adalah sebagai ganti dari tingginya tingkat bunga yang diberikan, dalam jangka waktu tersebut pemilik deposito sepakat untuk tidak menarik atau mengakses uang yang didepositokan. Kemudian satu lagi yang penting kalian ketahui tentang deposito adalah frekuensi pembayaran bunga deposito. Dalam deposito, bunga biasanya dibayarkan di akhir periode investasi, beda banget sama tabungan bank biasa yang mana biasanya bunganya akan dihitung setiap harinya dan dibayarkan disetiap akhir bulan. Nah pembayaran bunga deposito juga kadang dibedakan berdasarkan jangka waktu penyimpanan deposit yang disepakati. Umumnya, untuk deposito berjangka pendek, bunga akan dibayarkan pada saat jatuh tempo atau diakhir jangka waktu yang disepakati. Adapun untuk deposito berjangka panjang, bunga akan dibayarkan tiap tahunnya. Kalo ini mah tinggal kalian pilih dan sesuaikan aja ya, yang pasti deposito merupakan pilihan yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan menabung biasa di bank serta super duper mudah dalam prosesnya. 

  2. Reksa Dana
    Well kita beralih ke rekomendasi jenis investasi yang kedua yaitu Reksa Dana. Kalian pasti udah gak asing dong sama jenis investasi satu ini karena memang lagi hype banget dikalangan anak muda saat ini. Selain karena memang mudah banget untuk dilakuin, investasi reksa dana ini juga bisa dilakukan untuk kita yang punya kantong tipis nih wkwk, karena memang bisa dimulai dari uang minimal 10 ribu rupiah ajaa. Selain itu proses atau langkah yang dilakukan baik memulai maupun menjalaninya juga super simpel. Singkatnya, reksa dana merupakan jenis investasi dimana kita mempercayakan uang yang akan kita investasikan kepada manajer investasi yang akan mengelola uang kita tersebut. Lalu kemana uang yang kalian investasikan akan dibawa oleh setiap manajer investasi?, jawabannya adalah akan dinvestasikan ke berbagai produk pasar modal seperti saham, obligasi, surat hutang, dan lain sebagainya sesuai dengan jenis reksa dana yang kalian pilih. Lalu kalian bisa membeli produk investasi reksa dana dengan cara memilih manajer investasi di berbagai platform digital yang biasa disebut sebagai market place. Contoh market place sendiri yang saat ini paling terkenal adalah Bareksa dan Bibit. Untuk lebih lengkapnya, kalian bisa baca 2 artikel yang udah kami buat yaitu Bareksa vs Bibit dan Mengenal Reksa dana. Dikedua artikel ini kalian akan mengenal lebih dalam mengenai apa dan bagaimana investasi reksa dana berlangsung. Selain dikelola oleh manajer investasi, bunga atau return yang didapat dari investasi reksa dana juga biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan deposito atau tabungan berjangka biasa. Nah, satu hal yang harus kalian ketahui dalam memilih investasi reksa dana adalah bahwa reksa dana sendiri terdiri dari 4 jenis, yaitu reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana pasar uang. Masing-masing dari keempatnya memiliki risiko dan return yang berbeda. Reksa dana saham memiliki risiko tertinggi namun juga menghasilkan return tertinggi pula. Lalu diikuti oleh reksa dana campuran, kemudian reksa dana pendapatan tetap, dan yang terakhir adalah reksa dana pasar uang. Singkatnya dengan memilih jenis investasi reksa dana, maka kalian akan dapat melakukan investasi dengan mudah namun juga menghasilkan return yang tinggi. Kalian hanya perlu sedikit repot diawal untuk menentukan manajer investasi, setelahnya kalian hanya harus menunggu dan menyerahkan semuanya kepada kinerja manajer investasi yang kalian pilih. Simpel banget kann hehehe

  3. Peer to Peer Lending

    peer to peer lending

    Jenis investasi ketiga yang kami rekomendasikan adalah Peer to Peer Lending. Nah bahasan mendalam tentang jenis investasi ini juga udah pernah kami jelaskan melalui artikel Mengenal P2P Lending ini loh. Jadi kalau kalian kepo banget tentang jenis investasi satu ini, kalian bisa langsung aja kepoin artikelnya. Simpelnya, P2P Lending ini merupakan jenis investasi yang mana kalian meminjamkan uang kalian kepada orang lain atau institusi melalui platform khusus dan tentunya kalian akan mendapatkan timbal balik berupa return dari bunga yang dihasilkan. Beberapa platform yang bisa kalian gunakan adalah seperti Investree dan Koinworks. Nanti sistemnya kalian hanya perlu menyiapkan budget kalian yang rata-rata harus cukup besar, kemudian memilih siapa peminjam kalian dan jangka waktu pengembalian uang kalian. Ketika sudah jatuh tempo, maka kalian akan mendapatkan uang yang kalian pinjamkan bersama dengan besaran bunga yang harus dibayarkan oleh si peminjam tadi. Sebenarnya sangat simpel, hanya saja kalian perlu menyiapkan budget yang cukup tinggi diawal. Tapi kalau kalian memang mageran akut, ini bisa menjadi pilihan solusi yang tepat. Kemudian, berikut aku berikan ilustrasi tambahan mengenai cara kerja P2P Lending agar kalian yang masih awam dapat lebih terbayang mengenai jenis investasi yang satu ini.


    Skema peer to peer lending

  4. Investasi Emas
    Selanjutnya adalah jenis investasi yang bisa dibilang merupakan jenis investasi paling super duper gampang, wkwkwk agak alay yaa, tapi memang segampang itu guys. Kalau di investasi-investasi sebelumnya yang udah aku sebutkan tadi kalian perlu setidaknya "agak repot" diawal terutama memilih manajer investasi, jangka waktu, peminjam, dan lain sebagainya. Namun di investasi emas ini kalian tidak perlu melakukan hal tersebut. Kalian hanya perlu membeli langsung emasnya saja. Beli saja kapanpun kalian mau, karena walaupun nilainya memang berfluktuasi, namun untuk jangka panjang bisa dipastikan angkanya akan naik. Jadi akan sangat aman banget nih. Pilihan membelinya juga banyak, bisa membeli offline ataupun melalui platform online. Tapi agar lebih mudah, saran aku lebih baik membeli online aja. Salah satu contoh jenis platform yang menyediakan layanan untuk investasi emas ini adalah Bareksa. Intinya, aku jamin investasi emas merupakan investasi paling gampang dan simpel menurut aku dan patut banget kalian coba. Kalau kalian ingin tahu lebih jauh tentang apa dan bagaimana investasi emas berlangsung, kalian bisa baca artikel ini yaa Harga Emas dan Biaya Investasi Emas.

    Investasi Emas

Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan Masing-masing Jenis Investasi

Untuk memberikan kalian gambaran lebih mendalam lagi, kali ini aku akan tampilkan gambar tabel hasil rangkuman yang udah aku buat dengan membandingkan kelebihan/keuntungan dan kekurangan/kerugian dari keempat jenis investasi yang udah aku rekomendasikan sebelumnya.

Kelebihan dan Kekurangan Masing-masing Jenis Investasi

Dari tabel diatas, kalian bisa langsung membandingkan kelebihan dan kekurangan masing-masing dari 4 jenis investasi yang aku rekomendasikan. Semoga bisa memberikan gambaran lebih mendalam lagi dan membantu kalian untuk menentukan jenis investasi yang dirasa paling cocok untuk kalian.

Oke guys, sekian dulu yaa mengenai bahasan kali ini. Semoga kalian yang mageran namun punya ambisi dan semangat besar untuk berinvestasi dapat terbantu oleh artikel ini. Jangan lupa nantikan terus artikel-artikel selanjutnya yaa.. Terimakasih sudah membaca ;)