Tampilkan postingan dengan label Reksa Dana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reksa Dana. Tampilkan semua postingan

5 Investasi Jangka Pendek yang Wajib Kalian Coba

investasi jangka pendek


Hai semuanya, kembali lagi di manusiagabut.site. Kali ini, hal yang akan kita bahas adalah mengenai jenis-jenis investasi jangka pendek yang bisa kalian lakukan nih. Pasti gabisa dipungkiri kalau kita berinvestasi pasti tujuannya bukan hanya untuk jangka panjang aja kan, tentunya kalian juga punya rencana-rencana keuangan atau tujuan finansial yang ingin kalian capai dalam jangka waktu pendek. 

Pada artikel-artikel sebelumnya, aku selalu menekankan bahwa untuk memilih jenis investasi yang akan kalian lakukan, maka salah satu hal terpenting yang harus selalu kalian ingat adalah apa tujuan finansial kalian. Apakah jangka pendek atau jangka panjang?, apakah memungkinkan untuk kalian memilih investasi yang berisiko tinggi atau tidak?. Nah pertanyaan-pertanyaan tersebut tentunya harus kalian jawab dengan terlebih dahulu melihat dan mempelajari berbagai jenis investasi yang ada yang disesuaikan dengan tujuan finansial kalian tersebut. Oleh karenanya, terutama untuk kalian yang tujuan finansialnya berjangka waktu pendek, manusiagabut.site kali ini akan memberikan kalian informasi mengenai apa aja sih jenis-jenis investasi jangka pendek yang bisa kalian lakukan. 

  1. Deposito

    Deposito

    Deposito atau yang lebih kita kenal sebagai tabungan berjangka merupakan salah satu jenis investasi yang paling aman karena sangat minim risiko. Deposito juga bisa kita kategorikan sebagai investasi jangka panjang ataupun jangka pendek sesuai dengan jangka waktu yang kita tetapkan diawal. Biasanya, semakin lama waktu penyimpanan, maka bunga atau return yang akan kita dapatkan juga akan semakin tinggi. Untuk jenis deposito jangka panjang, maka bunga atau return yang kalian dapatkan akan diakumulasikan dan dibayarkan sekaligus diakhir periode investasi. Misalnya nih, kalian memilih deposito yang berjangka waktu 6 bulan, maka bunga yang akan kalian dapatkan akan dibayarkan setelah jatuh tempo 6 bulan terebut. Nah berbeda dengan deposito yang berjangka waktu panjang, biasanya bunga akan dibayarkan per bulannya secara rutin. Tapi gapapa lah ya, yang penting tetep dapet bunga kan wkwk. Satu lagi tentang deposito adalah bahwa dalam jangka waktu yang sudah disepakati tersebut, kita tidak bisa mengambil uang kita sama sekali. Jadi kalau memang ingin memilih jenis investasi ini, kalian harus benar-benar berkomitmen yaa.

    Namun diantara keempat jenis investasi jangka pendek yang akan kita bahas selanjutnya, jenis investasi deposito ini termasuk kedalam jenis investasi yang paling kecil return/bunga/keuntungan yang didapat, karena memang paling minim risiko. Jadi sebagai imbal risiko yang kecil, maka bunga yang didapat juga tidak terlalu besar.

      
  2. Saham

    Saham

    Siapa sih dari kalian yang ngga pernah pernah mendengar jenis investasi yang satu ini?, pasti pernah dong. Setidaknya sekali seumur hidup lah wkwk. Nah, sama seperti deposito, saham juga bisa dikategorikan sebagai jenis investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Namun investasi saham ini sifatnya lebih fleksibel. Kalian bisa membeli dan menjual saham kapanpun kalian mau. Saham juga bisa dikatakan sebagai salah satu jenis investasi yang berada dalam deretan jenis investasi paling menguntungkan. Rata-rata jenis ivestasi saham ini bisa menghasilkan return atau keuntungan sampai 20% atau lebih per tahunnya. Namun, sesuai dengan konsep dalam dunia investasi, bahwa semakin besar return yang didapat maka akan semakin tinggi pula risikonya. Begitu pula yang terjadi pada investasi saham. Pasar saham sendiri sangat berfluktuasi. Harga beli maupun harga jual dari saham itu sendiri dapat berubah setiap saat, bahkan dalam hitungan detik. Jadi dalam sekejap seluruh kemungkinan akan terjadi, Bisa jadi kalian untung besar dalam sesaat, bisa jadi pula kalian akan rugi besar dalam sesaat. Jadi kalau kalian memilih jenis investasi ini, apalagi untuk jangka pendek, maka kalian harus pintar-pintar menerapkan strategi serta harus tahan banting wkwk. Maksud dari tahan banting disini adalah kalian tidak goyah saat rugi, dan tidak terlalu serakah saat untung.

    Kembali lagi ke istilah jangka panjang dan jangka pendek. Dalam dunia saham, orang yang berinvestasi untuk jangka pendek biasanya lebih dikategorikan sebagai trader. Sedangkan untuk orang yang ingin berinvestasi jangka panjang lebih dikategorikan sebagai investor. Investor sendiri akan menaruh uangnya dengan tujuan untuk jangka panjang. Misalnya 3 tahun atau lebih. Jadi dalam jangka waktu tersebut entah nilai saham naik atau turun mereka tidak akan menjual saham milik mereka. Sedangkan untuk trader yang berorientasi jangka pendek, maka mereka akan menganalisa pasar saham secara kontinu untuk melihar pergerakan nilai atau indeks saham. Kalau nilainya turun dan berada dibawah batas wajar, maka mereka harus menjual saham yang dimiliki agar tidak rugi terlalu besar. 

    Jadi intinya, kalau ingin berinvestasi pada saham untuk jangka pendek, kalian harus sudah dibekali ilmu sebagai trader dan meluangkan waktu kalian untuk mengawasi pergerakan pasar saham secara kontinu. Tentunya semakin pendek jangka waktu kalian berinvestasi saham, maka semakin tinggi pula risikonya.


  3. Peer to Peer (P2P) Lending

    P2P lending

    Peer to Peer Lending atau yang biasa dikenal sebagai P2P Lending ini masih tergolong tidak terlalu populer dibandingkan dengan jenis investasi lainnya. 
     Jenis investasi ini juga terbilang masih baru. Sederhananya, jenis investasi P2P Lending ini memiliki sistem dimana kalian sebagai investor akan meminjamkan uang kalian kepada peminjam yang disebut juga sebagai borrower. Kemudian kalian akan mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman yang akan dibayarkan oleh borrower tersebut. Dalam praktiknya, kalian akan diberi kebebasan untuk meminjamkan uang kalian kepada siapa dan kapan tenggat waktu pembayaran pinjaman yang harus dilakukan oleh si borrower. Karena sistemnya pinjaman, maka tentunya pasti ada risiko gagal bayar yang mungkin banget akan terjadi. Jadi kalau kalian ingin mencoba jenis investasi ini, kalian harus mempelajari dengan benar siapa yang akan kalian berikan pinjaman. Nah saat ini kebanyakan calon peminjam adalah UMKM yang ada di Indonesia. Selain kalian bisa berinvestasi, kalian juga bisa membantu sektor UMKM di Indonesia nih, itung-itung menambah amal perbuatan baik kan hehe

    Nah satu lagi mengenai jenis investasi P2P Lending ini adalah bahwa kalian bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda jika kalian menerapkan efek compounding, dimana bunga dari imbal hasil investasi yang kalian dapatkan terus-menerus diinvestasikan kembali. Untuk lebih jelasnya mengenai P2P Lending ini, kalian bisa baca
    artikel Peer to Peer Lending ini yaa.

  4. Reksa Dana Pasar Uang

    Reksa dana pasar uang

    Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang sedang digandrungi saat ini. Selain mudah, reksa dana juga menawarkan minimum nominal investasi yang rendah, yaitu hanya 10 ribu rupiah saja. Untuk tujuan investasi jangka pendek, tidak seluruh jenis reksa dana bisa kalian coba, karena masing-masing jenis reksa dana memiliki tingkatan risikonya masing-masing. Nah untuk investasi jangka pendek, tentunya kalian tidak mau risiko yang terlalu tinggi dong. Masa iya kalian berencana menyimpan uang untuk 6 bulan, tapi karena kalian memilih jenis reksa dana yang salah sehingga risiko terlalu tinggi, dalam waktu 6 bulan tersebut bukan keuntungan yang kalian dapat namun malah kerugian. 

    Untuk investasi jangka pendek yang minim risiko, maka reksa dana yang dianjurkan adalah reksa dana pasar uang. Apa sih artinya reksa dana pasar uang?, artinya adalah bahwa uang yang kalian investasikan 100%  akan ditempatkan pada instrumen pasar uang seperti deposito berjangka, obligasi, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan lain sebagainya. Untuk jenis reksa dana pasar uang, kalian bisa membelinya di bank maupun platform-platform online yang sudah ada sekarang seperti bareksa dan bibit. 

  5. Obligasi

    Obligasi

    Obligasi atau sederhananya kita biasa mengartikannya sebagai surat hutang sebagai pernyataan hutang oleh penerbit obligasi (pihak yang berhutang) kepada pemegang obligasi. Seperti sistem hutang pada umumnya, maka akan ada jatuh tempo pembayaran hutang tersebut beserta bunga yang harus dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Disini peran kita adalah sebagai pemegang obligasi ya guys. Jadi kita dianggap sebagai pemberi pinjaman atau hutang. Nah biasanya jatuh tempo dari masing-masing surat hutang (obligasi) akan berbeda-beda. Di Indonesia sendiri umumnya antara 1-10 tahun. Jadi kalau orientasi kalian adalah untuk berinvestasi jangka pendek, maka pilihlah jangka waktu jatuh tempo yang tidak terlalu lama. 

    Obligasi sendiri bisa diterbitkan baik oleh pemerintah maupun oleh pihak swasta atau pebisnis. Untuk pemerintah, diterbitkannya obligasi bisa menjadi sumber pendanaan untuk membiayai sebagian defisit anggaran belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sedangkan untuk pihak swasta, diterbitkannya obligasi bisa dimanfaatkan untuk menambah dana segar untuk keperluan pengembangan usaha. Kemudian obligasi ini sama seperti saham, yaitu bisa diperjual belikan teserah dari pemegang obligasi. Kalau di obligasi terdapat istilah yang namanya kupon atau bunga. Jadi kalian akan mendapatkan keuntungan berupa kupon atau bunga dari setiap obligasi yang kalian pegang. Biasanya nominalnya akan berbeda bergantung berapa lama jatuh tempo obligasi kalian serta faktor lainnya. Kemudian keuntungan yang mungkin kalian dapatkan juga bisa berasal dari selisih harga obligasi itu sendiri. 

    Nah untuk membeli obligasi sendiri kalian biasanya bisa membelinya di agen penjual seperti bank, lembaga sekuritas ataupun platform yang memang menjual belikan obligasi. Satu hal yang harus kalian ingat dari obligasi adalah kalau kalian menjual obligasi sebelum jatuh tempo, maka kemungkinan besar kalian akan rugi karena memang harga jualnya akan lebih rendah. Makanya penting banget nih untuk kalian menentukan jatuh tempo yang tepat. 

Oke guys, sekian dulu ya bahasan mengenai 5 jenis investasi jangka pendek yang bisa kalian coba. Semoga cukup memberikan gambaran kepada kalian dan tentunya bisa menjadi wawasan tambahan bagi kita semua. Tunggu terus artikel-artikel selanjutnya yaa. Terimakasih sudah membaca ;)

4 Jenis Investasi yang Cocok untuk Kalian yang Mageran!

4 Investasi untuk yang Mageran


Hai guys, rasa mager hampir bisa dipastikan merupakan penyakit yang pernah dialami oleh semua orang. Termasuk aku nih wkwkwk. 
Pernah ngga kalian pengen banget investasi tapi super mager harus belajar dulu, belum lagi harus ngecek atau ngeliat laporan keuangan perusahaan, ataupun segala hal keuangan lainnya sebagai tindakan "fundamental" yang memang harus kalian lakukan sebelum memulai investasi?. Pasti pernah banget dong, mager emang udah jadi penyakit yang super duper susah untuk kita hilangkan, apalagi kalau jiwa mager udah mendarah daging wkwk. Makanya, untuk membantu kalian yang punya jiwa cukup mager tapi tetap bersikukuh dengan semangat membara ingin mulai berinvestasi, berikut aku rekomendasikan beberapa jenis investasi serta beberapa keuntungan dan kerugiannya ala manusiagabut.site yang pastinya dijamin cocok untuk kalian yang gak mau repot.

Rekomendasi Jenis Investasi!

  1. Tabungan Berjangka (Deposito)

    Deposito

    Tabungan berjangka atau yang lebih biasa kita kenal sebagai deposito merupakan jenis investasi yang paling gampang dan mudah untuk kalian lakukan. Prinsipnya simpel, kalian hanya perlu menabung dan menentukan jangka waktu kapan tabungan kalian jatuh tempo. Kemudian kalian akan mendapatkan bunga yang tetap dan lebih tinggi dibandingkan bunga ketika kalian menabung biasa yang besarannya disesuaikan dengan lama atau jangka waktu kalian menabung. Caranya juga simpel banget kok, kalian hanya perlu datang ke bank pilihan kalian (banknya bebas mau bank manapun karena hampir seluruh bank di Indonesia pasti menyediakan layanan ini), kemudian pilih tipe tabungan berjangka atau deposito yang kalian inginkan. Nah, namanya juga tabungan berjangka, jadi udah pasti banget ada jangka waktu yang harus kalian tentukan (biasanya ditawarkan oleh pihak bank itu sendiri, kalian tinggal milih doang hehe). Masing-masing bank akan menawarkan jangka waktu yang sangat bervariatif. Nah seperti yang udah aku bilang sebelumnya bahwa setiap pilihan jangka waktu akan memengaruhi besaran bunga yang akan kalian dapatkan. Biasanya semakin lama jangka waktu yang kalian pilih, semakin besar persentase bunga per tahun yang akan kalian dapatkan.

    Lalu kenapa bunga deposito besarannya lebih tinggi dibandingkan dengan bunga pada tabungan biasa?. Nah jawabannya adalah sebagai ganti dari tingginya tingkat bunga yang diberikan, dalam jangka waktu tersebut pemilik deposito sepakat untuk tidak menarik atau mengakses uang yang didepositokan. Kemudian satu lagi yang penting kalian ketahui tentang deposito adalah frekuensi pembayaran bunga deposito. Dalam deposito, bunga biasanya dibayarkan di akhir periode investasi, beda banget sama tabungan bank biasa yang mana biasanya bunganya akan dihitung setiap harinya dan dibayarkan disetiap akhir bulan. Nah pembayaran bunga deposito juga kadang dibedakan berdasarkan jangka waktu penyimpanan deposit yang disepakati. Umumnya, untuk deposito berjangka pendek, bunga akan dibayarkan pada saat jatuh tempo atau diakhir jangka waktu yang disepakati. Adapun untuk deposito berjangka panjang, bunga akan dibayarkan tiap tahunnya. Kalo ini mah tinggal kalian pilih dan sesuaikan aja ya, yang pasti deposito merupakan pilihan yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan menabung biasa di bank serta super duper mudah dalam prosesnya. 

  2. Reksa Dana
    Well kita beralih ke rekomendasi jenis investasi yang kedua yaitu Reksa Dana. Kalian pasti udah gak asing dong sama jenis investasi satu ini karena memang lagi hype banget dikalangan anak muda saat ini. Selain karena memang mudah banget untuk dilakuin, investasi reksa dana ini juga bisa dilakukan untuk kita yang punya kantong tipis nih wkwk, karena memang bisa dimulai dari uang minimal 10 ribu rupiah ajaa. Selain itu proses atau langkah yang dilakukan baik memulai maupun menjalaninya juga super simpel. Singkatnya, reksa dana merupakan jenis investasi dimana kita mempercayakan uang yang akan kita investasikan kepada manajer investasi yang akan mengelola uang kita tersebut. Lalu kemana uang yang kalian investasikan akan dibawa oleh setiap manajer investasi?, jawabannya adalah akan dinvestasikan ke berbagai produk pasar modal seperti saham, obligasi, surat hutang, dan lain sebagainya sesuai dengan jenis reksa dana yang kalian pilih. Lalu kalian bisa membeli produk investasi reksa dana dengan cara memilih manajer investasi di berbagai platform digital yang biasa disebut sebagai market place. Contoh market place sendiri yang saat ini paling terkenal adalah Bareksa dan Bibit. Untuk lebih lengkapnya, kalian bisa baca 2 artikel yang udah kami buat yaitu Bareksa vs Bibit dan Mengenal Reksa dana. Dikedua artikel ini kalian akan mengenal lebih dalam mengenai apa dan bagaimana investasi reksa dana berlangsung. Selain dikelola oleh manajer investasi, bunga atau return yang didapat dari investasi reksa dana juga biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan deposito atau tabungan berjangka biasa. Nah, satu hal yang harus kalian ketahui dalam memilih investasi reksa dana adalah bahwa reksa dana sendiri terdiri dari 4 jenis, yaitu reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana pasar uang. Masing-masing dari keempatnya memiliki risiko dan return yang berbeda. Reksa dana saham memiliki risiko tertinggi namun juga menghasilkan return tertinggi pula. Lalu diikuti oleh reksa dana campuran, kemudian reksa dana pendapatan tetap, dan yang terakhir adalah reksa dana pasar uang. Singkatnya dengan memilih jenis investasi reksa dana, maka kalian akan dapat melakukan investasi dengan mudah namun juga menghasilkan return yang tinggi. Kalian hanya perlu sedikit repot diawal untuk menentukan manajer investasi, setelahnya kalian hanya harus menunggu dan menyerahkan semuanya kepada kinerja manajer investasi yang kalian pilih. Simpel banget kann hehehe

  3. Peer to Peer Lending

    peer to peer lending

    Jenis investasi ketiga yang kami rekomendasikan adalah Peer to Peer Lending. Nah bahasan mendalam tentang jenis investasi ini juga udah pernah kami jelaskan melalui artikel Mengenal P2P Lending ini loh. Jadi kalau kalian kepo banget tentang jenis investasi satu ini, kalian bisa langsung aja kepoin artikelnya. Simpelnya, P2P Lending ini merupakan jenis investasi yang mana kalian meminjamkan uang kalian kepada orang lain atau institusi melalui platform khusus dan tentunya kalian akan mendapatkan timbal balik berupa return dari bunga yang dihasilkan. Beberapa platform yang bisa kalian gunakan adalah seperti Investree dan Koinworks. Nanti sistemnya kalian hanya perlu menyiapkan budget kalian yang rata-rata harus cukup besar, kemudian memilih siapa peminjam kalian dan jangka waktu pengembalian uang kalian. Ketika sudah jatuh tempo, maka kalian akan mendapatkan uang yang kalian pinjamkan bersama dengan besaran bunga yang harus dibayarkan oleh si peminjam tadi. Sebenarnya sangat simpel, hanya saja kalian perlu menyiapkan budget yang cukup tinggi diawal. Tapi kalau kalian memang mageran akut, ini bisa menjadi pilihan solusi yang tepat. Kemudian, berikut aku berikan ilustrasi tambahan mengenai cara kerja P2P Lending agar kalian yang masih awam dapat lebih terbayang mengenai jenis investasi yang satu ini.


    Skema peer to peer lending

  4. Investasi Emas
    Selanjutnya adalah jenis investasi yang bisa dibilang merupakan jenis investasi paling super duper gampang, wkwkwk agak alay yaa, tapi memang segampang itu guys. Kalau di investasi-investasi sebelumnya yang udah aku sebutkan tadi kalian perlu setidaknya "agak repot" diawal terutama memilih manajer investasi, jangka waktu, peminjam, dan lain sebagainya. Namun di investasi emas ini kalian tidak perlu melakukan hal tersebut. Kalian hanya perlu membeli langsung emasnya saja. Beli saja kapanpun kalian mau, karena walaupun nilainya memang berfluktuasi, namun untuk jangka panjang bisa dipastikan angkanya akan naik. Jadi akan sangat aman banget nih. Pilihan membelinya juga banyak, bisa membeli offline ataupun melalui platform online. Tapi agar lebih mudah, saran aku lebih baik membeli online aja. Salah satu contoh jenis platform yang menyediakan layanan untuk investasi emas ini adalah Bareksa. Intinya, aku jamin investasi emas merupakan investasi paling gampang dan simpel menurut aku dan patut banget kalian coba. Kalau kalian ingin tahu lebih jauh tentang apa dan bagaimana investasi emas berlangsung, kalian bisa baca artikel ini yaa Harga Emas dan Biaya Investasi Emas.

    Investasi Emas

Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan Masing-masing Jenis Investasi

Untuk memberikan kalian gambaran lebih mendalam lagi, kali ini aku akan tampilkan gambar tabel hasil rangkuman yang udah aku buat dengan membandingkan kelebihan/keuntungan dan kekurangan/kerugian dari keempat jenis investasi yang udah aku rekomendasikan sebelumnya.

Kelebihan dan Kekurangan Masing-masing Jenis Investasi

Dari tabel diatas, kalian bisa langsung membandingkan kelebihan dan kekurangan masing-masing dari 4 jenis investasi yang aku rekomendasikan. Semoga bisa memberikan gambaran lebih mendalam lagi dan membantu kalian untuk menentukan jenis investasi yang dirasa paling cocok untuk kalian.

Oke guys, sekian dulu yaa mengenai bahasan kali ini. Semoga kalian yang mageran namun punya ambisi dan semangat besar untuk berinvestasi dapat terbantu oleh artikel ini. Jangan lupa nantikan terus artikel-artikel selanjutnya yaa.. Terimakasih sudah membaca ;)

Review Bareksa VS Bibit Reksa Dana

 Selamat datang kembali di manusiagabut.site, kita akan lanjutin belajar reksa dana. Sebelumnya kita udah ngebedah jenis - jenis reksa dana dan plus - minusnya untuk dipilih. Nah kalau sudah tau jenisnya dan kelemahan serta kelebihannya, sebelum memutuskan untuk membeli kita harus nentuin dulu dimana mau beli reksa dana itu kan?

Bareksa VS Bibit
 

 Jaman dulu mungkin 5 - 10 tahun ke belakang mungkin masih agak ribet cara belinya yaitu harus ke bank, ngga semua bank bisa, ngurusnya ribet dan lama, dan ada minimum pembelian yang dananya ga bisa dibilang "minimum" buat sekelas kantong mahasiswa kita. Bahkan di youtube ada yang pernah cerita pengalaman beli reksa dananya di bank, tau ga gimana ribetnya? Jadi dia nanya CS (Customer Service) bank X "mba saya mau beli reksa dana" trus mbanya bingung trus bilang mau nanya dulu ke atasannya. Setelah nunggu sekian lama, datenglah atasannya trus nanya lagi "mba mau beli reksa dana ya?" trus dibawain seabrek daftar reksa dana yang bisa dibeli (dalam kertas ya ini) trus kita mesti milih - milih disitu sambil diliatin (kan jadi insecure ya), dan berita buruknya lagi ada minimum pembeliannya yaitu sekiat juta rupiah kalo ga salah. Padahal ini orangnya cuman mau nanya dulu, kan malah jadi mengurungkan niat kan orangnya :( Terdengar ribet kan? Memang!!!

Tapi itu dulu ya. Sekarang di jaman yang udah serba digital, serba online, udah banyak platform investasi digital yang bertebaran, khususnya reksa dana ya. Platform reksa dana yang cukup terkenal itu misalnya Bukareksa (Bukalapak), Tokopedia Reksadana, Bareksa, dan Bibit. Tapi yang perlu jadi catatan Bukareksa dan Tokopedia Reksadana ini bekerja sama sama Bareksa, jadi dengan kata lain kita beli barang jualan Bareksa melalui Bukareksa atau Tokopedia Reksadana itu yang kemungkinan ada perbedaan harga sih (jujur belum pernah bandingin soalnya). Nah kali ini fokus kita adalah Bareksa dan Bibit. 

Jadi Bareksa dan Bibit ini sebenarnya adalah marketplace atau sederhananya tempat para manajer investasi menjual dagangannya. Kalau belum tau apa itu manajer investasi, kayanya kalian harus baca artikel kita tentang Kenalan Sama Reksa Dana.

 Oke kita mulai dari persamaannya dulu. Jadi sebenarnya Bareksa dan Bibit ini banyak kesamaannya. Temanya sama - sama hijau, menjual produk yang sama dengan harga yang sama, sering ada promo - promonya. Nah trus apa dong bedanya? ayo kita list bareng - bareng di bawah

Bareksa VS Bibit
 

  1. Bareksa

    • Memiliki Versi Web

      Fitur ini sebenarnya tergantung kebiasaan sih, ada orang yang lebih suka menjelajah dengan laptop/komputer, tapi tidak sedikit juga yang lebih suka menggunakan HP. Menurutku sendiri fitur web ini lebih ngebantu kalo kita mau baca prospektus atau Fung Fact Sheet dari produk yang mau kita beli. Kalau untuk top-up mah pake HP cukup.
    • Bisa Finger Print (di HP)

      Buat kalian yang HP nya udah support finger print dan agak mageran buat ngetik pin, fitur ini lumayan berguna sih. Selain itu fitur ini juga cukup membantu pas kita mau ngebuka aplikasi di keramain dan parno kalau orang - orang akan nyontek pin kita.
    • Pilihan Reksa Dana Lebih Banyak

      Di Bareksa kita diberikan tiga daftar produk reksa dana teratas, namun kita juga bisa memilih dengan fitur Filter, Sort dan Compare antar reksa dana yang ada. Per Agustus 2019 ada sekitar 2.144 produk yang dijual di Bareksa. Sampe pusing dah tuh milih produk.
    • Bisa Diversifikasi Portofolio

      Selain membeli reksa dana, di Bareksa kita juga bisa mendiversifikasi portofolio investasi kita loh. Salah duanya adalah investasi Emas dan SBN (Surat Berharga Negara). Tapi kalau tidak salah untuk pembelian SBN itu wajib memverifikasi NPWP sih.
    • Tidak Memiliki Rekomendasi Pembelian

      Ya, jadi kalau kalian memutuskan investasi reksa dana di bareksa kalian harus udah matang untuk melakukan pemilihan. Karena disini harus nentuin sendiri mau beli yang mana, setidaknya sudah ada pengetahuan yang mencukupi lah untuk melakukan pembelian.
    • Metode Pembayaran Terbatas

      Nah ini yang aku kurang suka banget dari Bareksa, soalnya setauku metode pembayarannya hanya ada dua pilihan yaitu Ovo dan Transfer Bank. Pembayaran dengan ovo sendiri cuma tersedia di aplikasi HP, jadi ya percuma kalo ada versi webnya tapi untuk check out produknya pake ovo tetep mesti buka lagi lewat HP (meskipun bayar pake ovo nya juga buka HP sih)

      Bareksa VS Bibit

  2. Bibit

    • Rekomendasi Robo Advisor

      Berbeda dengan Bareksa, Bibit menyediakan fitur yang sangat berguna buat kamu yang agak mager baca dan mager buat ngebandingin produk - produk reksa dananya. Jadi si Robo Advisor ini bakal nyediain produk yang cocok untuk kamu beli sesuai dengan profil risikomu. Misal profil risikomu rendah (takut liat porofolio merah) jadi mayoritas uang kamu bakal dibeliin reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap. Keren kan? Ya emang itulah yang dibanggakan oleh Bibit dibanding pesaingnya.
    • Metode Pembayaran Bervariasi

      Nah kalau di Bibit ini metode pembayarannya lebih banyak, setauku ada Gopay, LinkAja, Virtual Akun Bank, dan Transfer Manual. Lumayan banyak kan? setidaknya ada pilihan lain lah untuk melakukan pembayaran.
    • Hanya Menyediakan Reksa Dana

      Di aplikasi Bibit kamu hanya bisa melakukan pembelian reksa dana. Tapi menurutku ini bukan masalah sih karena kalau menyediakan produk lain biasanya akan terjadi kerja sama dengan platform lain sehingga akan ada kenaikan harganya dalam kata lain cuannya kurang.
    • Hanya Tersedia Aplikasi HP

      Kayanya ini ngga usah dijelasin lagi lah ya? intinya dia cuman ada di HP.
    • Pilihan Reksa Dana Lebih Sedikit

      Kalo di Bibit produk reksa dananya lebih dari 100 produk, dari sekitar 18 manajer investasi. Sebenarnya ada plus minusnya ya jelas, di satu sisi kita bisa milih produk dan manajer investasi yang sudah difilter dari awal oleh si Bibit (mungkin ini juga untuk mempermudah kerjanya si Robo Advisor sih ya). Tapi di sisi lain pasti ada orang yang lebih suka dibebasin aja buat milih produk dan manajer investasi yang mereka mau.

Jadi gimana menurut kalian lebih baik Bareksa atau Bibit? ingat milihnya kembali ke profil kalian masing - masing ya. Tapi saranku sih buat yang agak mageran baca dan ngebandingin produk pake Bibit aja, tapi kalau pengen milih lebih banyak dan bebas bisa pake Bareksa.

Nah buat kalian yang pengen daftar Bibit, ini aku ada kode referal yang bisa kalian pake. Jadi keuntungan yang bakal kalian dapet kalau pake kode referal ini adalah cashback sebesar 25.000 lumayan kan???

Kode Referral Bibit: widi860

Bisa juga download aplikasinya: http://bit.ly/bibitreferral1

Nah kayanya sekian dulu perbandingan antara Bareksa dan Bibit untuk investasi reksa dana. Semoga bermanfaat buat kita yang sama - sama belajar ngatur duit. Terima kasih sudah membaca. Have a nice day!! :)

 

 

Kenapa Harus Investasi Reksa Dana?

Reksa dana sendiri adalah produk investasi keuangan yang juga berasal dari pasar modal seperti halnya saham. Oke sebelum kita mulai bahas - bahas reksa dana coba kita bedah dulu sejarahnya ya biar lebih kenal.
Mutual Fund

Jadi singkat ceritanya, dulu orang - orang itu ingin memutar uangnya di produk investasi keuangan yang paling umum yaitu saham. Masalahnya adalah terdapat sekelompok banyak orang yang memiliki 3 keterbatasan utama yaitu waktu untuk belajar dan mengikuti perkembangan pasar, pengetahuan yang memadai untuk mengikuti perkembangan pasar, dan modal atau jumlah uang yang terbatas (karena jaman dulu itu beli saham ngga se bebas sekarang yang dengan duit 100.000 udah bisa beli). Nah melihat kondisi itu, dibuatlah platform baru yang bernama Reksa Dana.

Ya, reksa dana ini digunakan untuk menyelesaikan ketiga masalah tersebut. Jadi cara kerja reksa dana ini adalah kita yang memiliki dana terbatas akan dikumpulkan uangnya (biar jadi banyak) ke seorang / lembaga yang khusus mengalokasikan waktunya dan memiliki kemampuan untuk menganalisa pasar dan mengolah uang - uang kita tadi untuk diinvestasikan. Nah orang hebat ini namanya adalah Manajer Investasi. Simple banget kan? yang emang simple sih kalo infonya segitu doang. Nah dari situ sebenarnya ada masalah baru lagi yang muncul, yaitu profil risiko masing - masing orang yang punya sedikit uang itu kan beda - beda ya (udh duit dikit banyak maunya HEHE). Ada orang yang emang mau naruh uang trus dibiarin aja misal 10 - 15 tahun baru diambil lagi, atau ada juga yang mungkin 5 - 6 bulan sudah akan diambil. Repot lagi kan? nah untuk menyelesaikan problem ini, manajer investasi memiliki berbagai jenis produk sesuai dengan profil risiko dan janga waktu investasi dari kliennya, jadi masalah tadi udah solved kan ya.

Nah sekarang kita bahas dulu apa aja sih jenis - jenis reksa dana sesuai profil risiko dan janga waktu investasi masing - masing.
  1. Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)

    Reksa dana pasar uang sendiri sesuai namanya alokasi dananya mayoritas adalah pada benda - benda yang memiliki likuiditas tinggi (singkatnya benda yang paling cepet bisa jadi duit). Contohnya, deposito bank, sertifikat BI, surat utang atau obligasi yang biasanya jatuh tempo kurang dari satu tahun. Nah makanya reksa dana ini cocok untuk orang yang profil risikonya rendah dan tujuan investasi jangka pendek alias pasti untung kapanpun duitnya ditarik.

    Nah tapi hati - hati juga dalam memilih produk atau manajer investasi untuk RDPU ini karena ngga semua produk RDPU itu bisa selalu untung. Bingung? jadi dari sekian uang yang dikumpulin manajer investasi untuk RDPU itu ngga semuanya dialokasikan ke deposito, bisa juga ke obligasi yang memiliki kemungkinan harga turun. Jadi tipsnya adalah sebelum memustuskan membeli produk RDPU coba cek dulu yang namanya Fund Fact Sheet. Bingung istilah planet mana itu? tenang, simplenya FFS itu kalo di makanan ibaratnya komposisi yang digunakan. Jadi FFS di reksa dana itu adalah persentase alokasi dana dan ketentuan investasinya.

  2. Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)

    Sebenarnya RDPT ini hampir sama dengan RDPU tapi alokasi duitnya berbeda tergantung manajer investasinya lagi. Pada RDPT alokasi deposito dan obligasi pemerintahnya sedikit lebih banyak di surat utang atau obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan tertentu. Selain itu jatuh temponya juga biasanya lebih dari setahun. Intinya kalian perlu cek juga di FFS masing - masing produknya.

    RDPT ini juga cocok untuk profil risiko rendah, namun lebih kepada tujuan investasi yang lebih lama dibandingkan tujuan investasi di RDPU. Tapi biasanya kalau kita mengecek di FFS, risiko yang diperlihatkan biasanya antara rendah sampai tinggi sih. Ada beberapa RDPT yang memiliki kelebihan yaitu ada pembagian dividen (tapi balik lagi ke alokasi dan keputusan masing - masing manajer investasinya ya).

  3. Reksa Dana Saham

    Nah di reksa dana saham ini ya sesuai namanya, duit kita mayoritas akan dialokasikan ke pasar modal dalam bentuk saham perusahaan. Ingat ya reksa dana saham itu berbeda dengan saham beneran, di reksa dana duit kita diolah orang lain, kalo saham beneran ya kita yang urus semuanya.

    Reksa dana saham ini cocoknya untuk profil risiko tinggi yang kuat ngeliat porofolio merah (rugi) dan tujuan investasi jangka panjang. Disini kita harus jeli juga melihat ke saham apa saja alokasi yang dilakukan oleh manajer investasi, jangan sampai alokasinya ke saham abal - abal yang ga jelas produknya apa dan berisiko menjadi "Saham Gorengan". Alokasi itu bisa juga kalian cek di FFS seperti jenis reksa dana sebelumnya. Karena risikonya tinggi, kemungkinan profit di reksa dana saham juga sebenarnya lebih tinggi dibandingkan jenis reksa dana lainnya, selain itu kita juga memungkinkan mendapatkan deviden tapi tergantung lagi ke keputusan manajer investasi ya :)

  4. Reksa Dana Campuran

    Ya seperti namanya, reksa dana ini merupakan campuran dari ketiga jenis reksa dana di atas. Alokasinya bisa juga kalian cek di FFS masing - masing produknya. Ini tuh cocok buat profil risiko sedang yang ngga mau rugi - rugi amat kalo pasar kebetulan lagi jatuh.

Sebenarnya masih ada satu lagi yaitu reksa dana syariah, tapi berhubung aku ga pernah beli dan takut ada kesalahan info jadi ngga dicantumin di artikel ini ya.
Nah setelah kita tau produk - produknya mari kita lihat biaya - biayanya. Karena yang namanya kita mempercayakan orang buat ngelola uang dengan tujuan profit ya pasti orangnya gamau rugi dong? Makanya reksa dana itu ada biaya - biaya lain yang harus dibayar. Yang pasti harus dibayar adalah biaya jasa yang nama kerennya Biaya Manajer Investasi (jumlahnya berbeda - beda sesuai jenis produk dan manajer investasinya). Trus ada juga biaya jual - beli, biaya bank kustodian, dan biaya pengalihan tergantung dari kalian belinya dimana.
Saham

Gimana udah cukup kenal kan ya? atau mungkin ada pertanyaan seperti ini: Ini uang kita kan dipegang orang lain, kalau misal dia bangkrut atau ternyata abal - abal gimana dong? Well tenang dulu ya, jawabannya sih telitilah sebelum memilih manajer investasi cek dulu track recordnya dan apakah sudah resmi dan diawasi oleh pihak terkait atau tidak. Itu tips untuk terhindar dari manajer investasi abal - abal. Nah kalau misal manajer investasinya bener tapi amit - amit dia bangkrut, tenang aja karena sebenernya uang kita tuh ngga dipegang sama dia tapi disimpan di bank. Nah bank ini namanya Bank Kustodian, ya sama kaya bank biasa kaya Mandiri, BCA, Standard Charter, dll tapi tergantung bank mana yang ditunjuk oleh manajer investasi tersebut.

Nah harusnya semua sudah terjawab sih. Jadi setelah penjelasan di atas, menurutku alasannya kenapa kita harus investasi reksa dana adalah
  1. Ngga usah ribet belajar banyak tentang pasar modal

  2. Ngga usah ribet harus mengikuti perkembangan pasar

  3. Bisa fokus kerja buat naikin income aktif, tapi investasi tetap jalan

  4. Cocok untuk memahami profil risiko masing - masing sebelum memilih investasi dengan risiko tinggi lainnya

  5. Cocok untuk memulai investasi pasar modal sebelum beranjak ke investasi saham dan yang lainnya


 Okay kayanya sekian dulu untuk artikel reksa dana pertama ini. Di artikel berikutnya aku bakal bahas dimana sih kita bisa melakukan pembelian reksa dana, trus cara ngecek Fund Fact Sheetnya. Stay tuned ya :) dan terima kasih sudah membaca.