Tampilkan postingan dengan label P2P Lending. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label P2P Lending. Tampilkan semua postingan

5 Investasi Jangka Pendek yang Wajib Kalian Coba

investasi jangka pendek


Hai semuanya, kembali lagi di manusiagabut.site. Kali ini, hal yang akan kita bahas adalah mengenai jenis-jenis investasi jangka pendek yang bisa kalian lakukan nih. Pasti gabisa dipungkiri kalau kita berinvestasi pasti tujuannya bukan hanya untuk jangka panjang aja kan, tentunya kalian juga punya rencana-rencana keuangan atau tujuan finansial yang ingin kalian capai dalam jangka waktu pendek. 

Pada artikel-artikel sebelumnya, aku selalu menekankan bahwa untuk memilih jenis investasi yang akan kalian lakukan, maka salah satu hal terpenting yang harus selalu kalian ingat adalah apa tujuan finansial kalian. Apakah jangka pendek atau jangka panjang?, apakah memungkinkan untuk kalian memilih investasi yang berisiko tinggi atau tidak?. Nah pertanyaan-pertanyaan tersebut tentunya harus kalian jawab dengan terlebih dahulu melihat dan mempelajari berbagai jenis investasi yang ada yang disesuaikan dengan tujuan finansial kalian tersebut. Oleh karenanya, terutama untuk kalian yang tujuan finansialnya berjangka waktu pendek, manusiagabut.site kali ini akan memberikan kalian informasi mengenai apa aja sih jenis-jenis investasi jangka pendek yang bisa kalian lakukan. 

  1. Deposito

    Deposito

    Deposito atau yang lebih kita kenal sebagai tabungan berjangka merupakan salah satu jenis investasi yang paling aman karena sangat minim risiko. Deposito juga bisa kita kategorikan sebagai investasi jangka panjang ataupun jangka pendek sesuai dengan jangka waktu yang kita tetapkan diawal. Biasanya, semakin lama waktu penyimpanan, maka bunga atau return yang akan kita dapatkan juga akan semakin tinggi. Untuk jenis deposito jangka panjang, maka bunga atau return yang kalian dapatkan akan diakumulasikan dan dibayarkan sekaligus diakhir periode investasi. Misalnya nih, kalian memilih deposito yang berjangka waktu 6 bulan, maka bunga yang akan kalian dapatkan akan dibayarkan setelah jatuh tempo 6 bulan terebut. Nah berbeda dengan deposito yang berjangka waktu panjang, biasanya bunga akan dibayarkan per bulannya secara rutin. Tapi gapapa lah ya, yang penting tetep dapet bunga kan wkwk. Satu lagi tentang deposito adalah bahwa dalam jangka waktu yang sudah disepakati tersebut, kita tidak bisa mengambil uang kita sama sekali. Jadi kalau memang ingin memilih jenis investasi ini, kalian harus benar-benar berkomitmen yaa.

    Namun diantara keempat jenis investasi jangka pendek yang akan kita bahas selanjutnya, jenis investasi deposito ini termasuk kedalam jenis investasi yang paling kecil return/bunga/keuntungan yang didapat, karena memang paling minim risiko. Jadi sebagai imbal risiko yang kecil, maka bunga yang didapat juga tidak terlalu besar.

      
  2. Saham

    Saham

    Siapa sih dari kalian yang ngga pernah pernah mendengar jenis investasi yang satu ini?, pasti pernah dong. Setidaknya sekali seumur hidup lah wkwk. Nah, sama seperti deposito, saham juga bisa dikategorikan sebagai jenis investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Namun investasi saham ini sifatnya lebih fleksibel. Kalian bisa membeli dan menjual saham kapanpun kalian mau. Saham juga bisa dikatakan sebagai salah satu jenis investasi yang berada dalam deretan jenis investasi paling menguntungkan. Rata-rata jenis ivestasi saham ini bisa menghasilkan return atau keuntungan sampai 20% atau lebih per tahunnya. Namun, sesuai dengan konsep dalam dunia investasi, bahwa semakin besar return yang didapat maka akan semakin tinggi pula risikonya. Begitu pula yang terjadi pada investasi saham. Pasar saham sendiri sangat berfluktuasi. Harga beli maupun harga jual dari saham itu sendiri dapat berubah setiap saat, bahkan dalam hitungan detik. Jadi dalam sekejap seluruh kemungkinan akan terjadi, Bisa jadi kalian untung besar dalam sesaat, bisa jadi pula kalian akan rugi besar dalam sesaat. Jadi kalau kalian memilih jenis investasi ini, apalagi untuk jangka pendek, maka kalian harus pintar-pintar menerapkan strategi serta harus tahan banting wkwk. Maksud dari tahan banting disini adalah kalian tidak goyah saat rugi, dan tidak terlalu serakah saat untung.

    Kembali lagi ke istilah jangka panjang dan jangka pendek. Dalam dunia saham, orang yang berinvestasi untuk jangka pendek biasanya lebih dikategorikan sebagai trader. Sedangkan untuk orang yang ingin berinvestasi jangka panjang lebih dikategorikan sebagai investor. Investor sendiri akan menaruh uangnya dengan tujuan untuk jangka panjang. Misalnya 3 tahun atau lebih. Jadi dalam jangka waktu tersebut entah nilai saham naik atau turun mereka tidak akan menjual saham milik mereka. Sedangkan untuk trader yang berorientasi jangka pendek, maka mereka akan menganalisa pasar saham secara kontinu untuk melihar pergerakan nilai atau indeks saham. Kalau nilainya turun dan berada dibawah batas wajar, maka mereka harus menjual saham yang dimiliki agar tidak rugi terlalu besar. 

    Jadi intinya, kalau ingin berinvestasi pada saham untuk jangka pendek, kalian harus sudah dibekali ilmu sebagai trader dan meluangkan waktu kalian untuk mengawasi pergerakan pasar saham secara kontinu. Tentunya semakin pendek jangka waktu kalian berinvestasi saham, maka semakin tinggi pula risikonya.


  3. Peer to Peer (P2P) Lending

    P2P lending

    Peer to Peer Lending atau yang biasa dikenal sebagai P2P Lending ini masih tergolong tidak terlalu populer dibandingkan dengan jenis investasi lainnya. 
     Jenis investasi ini juga terbilang masih baru. Sederhananya, jenis investasi P2P Lending ini memiliki sistem dimana kalian sebagai investor akan meminjamkan uang kalian kepada peminjam yang disebut juga sebagai borrower. Kemudian kalian akan mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman yang akan dibayarkan oleh borrower tersebut. Dalam praktiknya, kalian akan diberi kebebasan untuk meminjamkan uang kalian kepada siapa dan kapan tenggat waktu pembayaran pinjaman yang harus dilakukan oleh si borrower. Karena sistemnya pinjaman, maka tentunya pasti ada risiko gagal bayar yang mungkin banget akan terjadi. Jadi kalau kalian ingin mencoba jenis investasi ini, kalian harus mempelajari dengan benar siapa yang akan kalian berikan pinjaman. Nah saat ini kebanyakan calon peminjam adalah UMKM yang ada di Indonesia. Selain kalian bisa berinvestasi, kalian juga bisa membantu sektor UMKM di Indonesia nih, itung-itung menambah amal perbuatan baik kan hehe

    Nah satu lagi mengenai jenis investasi P2P Lending ini adalah bahwa kalian bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda jika kalian menerapkan efek compounding, dimana bunga dari imbal hasil investasi yang kalian dapatkan terus-menerus diinvestasikan kembali. Untuk lebih jelasnya mengenai P2P Lending ini, kalian bisa baca
    artikel Peer to Peer Lending ini yaa.

  4. Reksa Dana Pasar Uang

    Reksa dana pasar uang

    Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang sedang digandrungi saat ini. Selain mudah, reksa dana juga menawarkan minimum nominal investasi yang rendah, yaitu hanya 10 ribu rupiah saja. Untuk tujuan investasi jangka pendek, tidak seluruh jenis reksa dana bisa kalian coba, karena masing-masing jenis reksa dana memiliki tingkatan risikonya masing-masing. Nah untuk investasi jangka pendek, tentunya kalian tidak mau risiko yang terlalu tinggi dong. Masa iya kalian berencana menyimpan uang untuk 6 bulan, tapi karena kalian memilih jenis reksa dana yang salah sehingga risiko terlalu tinggi, dalam waktu 6 bulan tersebut bukan keuntungan yang kalian dapat namun malah kerugian. 

    Untuk investasi jangka pendek yang minim risiko, maka reksa dana yang dianjurkan adalah reksa dana pasar uang. Apa sih artinya reksa dana pasar uang?, artinya adalah bahwa uang yang kalian investasikan 100%  akan ditempatkan pada instrumen pasar uang seperti deposito berjangka, obligasi, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan lain sebagainya. Untuk jenis reksa dana pasar uang, kalian bisa membelinya di bank maupun platform-platform online yang sudah ada sekarang seperti bareksa dan bibit. 

  5. Obligasi

    Obligasi

    Obligasi atau sederhananya kita biasa mengartikannya sebagai surat hutang sebagai pernyataan hutang oleh penerbit obligasi (pihak yang berhutang) kepada pemegang obligasi. Seperti sistem hutang pada umumnya, maka akan ada jatuh tempo pembayaran hutang tersebut beserta bunga yang harus dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Disini peran kita adalah sebagai pemegang obligasi ya guys. Jadi kita dianggap sebagai pemberi pinjaman atau hutang. Nah biasanya jatuh tempo dari masing-masing surat hutang (obligasi) akan berbeda-beda. Di Indonesia sendiri umumnya antara 1-10 tahun. Jadi kalau orientasi kalian adalah untuk berinvestasi jangka pendek, maka pilihlah jangka waktu jatuh tempo yang tidak terlalu lama. 

    Obligasi sendiri bisa diterbitkan baik oleh pemerintah maupun oleh pihak swasta atau pebisnis. Untuk pemerintah, diterbitkannya obligasi bisa menjadi sumber pendanaan untuk membiayai sebagian defisit anggaran belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sedangkan untuk pihak swasta, diterbitkannya obligasi bisa dimanfaatkan untuk menambah dana segar untuk keperluan pengembangan usaha. Kemudian obligasi ini sama seperti saham, yaitu bisa diperjual belikan teserah dari pemegang obligasi. Kalau di obligasi terdapat istilah yang namanya kupon atau bunga. Jadi kalian akan mendapatkan keuntungan berupa kupon atau bunga dari setiap obligasi yang kalian pegang. Biasanya nominalnya akan berbeda bergantung berapa lama jatuh tempo obligasi kalian serta faktor lainnya. Kemudian keuntungan yang mungkin kalian dapatkan juga bisa berasal dari selisih harga obligasi itu sendiri. 

    Nah untuk membeli obligasi sendiri kalian biasanya bisa membelinya di agen penjual seperti bank, lembaga sekuritas ataupun platform yang memang menjual belikan obligasi. Satu hal yang harus kalian ingat dari obligasi adalah kalau kalian menjual obligasi sebelum jatuh tempo, maka kemungkinan besar kalian akan rugi karena memang harga jualnya akan lebih rendah. Makanya penting banget nih untuk kalian menentukan jatuh tempo yang tepat. 

Oke guys, sekian dulu ya bahasan mengenai 5 jenis investasi jangka pendek yang bisa kalian coba. Semoga cukup memberikan gambaran kepada kalian dan tentunya bisa menjadi wawasan tambahan bagi kita semua. Tunggu terus artikel-artikel selanjutnya yaa. Terimakasih sudah membaca ;)

4 Jenis Investasi yang Cocok untuk Kalian yang Mageran!

4 Investasi untuk yang Mageran


Hai guys, rasa mager hampir bisa dipastikan merupakan penyakit yang pernah dialami oleh semua orang. Termasuk aku nih wkwkwk. 
Pernah ngga kalian pengen banget investasi tapi super mager harus belajar dulu, belum lagi harus ngecek atau ngeliat laporan keuangan perusahaan, ataupun segala hal keuangan lainnya sebagai tindakan "fundamental" yang memang harus kalian lakukan sebelum memulai investasi?. Pasti pernah banget dong, mager emang udah jadi penyakit yang super duper susah untuk kita hilangkan, apalagi kalau jiwa mager udah mendarah daging wkwk. Makanya, untuk membantu kalian yang punya jiwa cukup mager tapi tetap bersikukuh dengan semangat membara ingin mulai berinvestasi, berikut aku rekomendasikan beberapa jenis investasi serta beberapa keuntungan dan kerugiannya ala manusiagabut.site yang pastinya dijamin cocok untuk kalian yang gak mau repot.

Rekomendasi Jenis Investasi!

  1. Tabungan Berjangka (Deposito)

    Deposito

    Tabungan berjangka atau yang lebih biasa kita kenal sebagai deposito merupakan jenis investasi yang paling gampang dan mudah untuk kalian lakukan. Prinsipnya simpel, kalian hanya perlu menabung dan menentukan jangka waktu kapan tabungan kalian jatuh tempo. Kemudian kalian akan mendapatkan bunga yang tetap dan lebih tinggi dibandingkan bunga ketika kalian menabung biasa yang besarannya disesuaikan dengan lama atau jangka waktu kalian menabung. Caranya juga simpel banget kok, kalian hanya perlu datang ke bank pilihan kalian (banknya bebas mau bank manapun karena hampir seluruh bank di Indonesia pasti menyediakan layanan ini), kemudian pilih tipe tabungan berjangka atau deposito yang kalian inginkan. Nah, namanya juga tabungan berjangka, jadi udah pasti banget ada jangka waktu yang harus kalian tentukan (biasanya ditawarkan oleh pihak bank itu sendiri, kalian tinggal milih doang hehe). Masing-masing bank akan menawarkan jangka waktu yang sangat bervariatif. Nah seperti yang udah aku bilang sebelumnya bahwa setiap pilihan jangka waktu akan memengaruhi besaran bunga yang akan kalian dapatkan. Biasanya semakin lama jangka waktu yang kalian pilih, semakin besar persentase bunga per tahun yang akan kalian dapatkan.

    Lalu kenapa bunga deposito besarannya lebih tinggi dibandingkan dengan bunga pada tabungan biasa?. Nah jawabannya adalah sebagai ganti dari tingginya tingkat bunga yang diberikan, dalam jangka waktu tersebut pemilik deposito sepakat untuk tidak menarik atau mengakses uang yang didepositokan. Kemudian satu lagi yang penting kalian ketahui tentang deposito adalah frekuensi pembayaran bunga deposito. Dalam deposito, bunga biasanya dibayarkan di akhir periode investasi, beda banget sama tabungan bank biasa yang mana biasanya bunganya akan dihitung setiap harinya dan dibayarkan disetiap akhir bulan. Nah pembayaran bunga deposito juga kadang dibedakan berdasarkan jangka waktu penyimpanan deposit yang disepakati. Umumnya, untuk deposito berjangka pendek, bunga akan dibayarkan pada saat jatuh tempo atau diakhir jangka waktu yang disepakati. Adapun untuk deposito berjangka panjang, bunga akan dibayarkan tiap tahunnya. Kalo ini mah tinggal kalian pilih dan sesuaikan aja ya, yang pasti deposito merupakan pilihan yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan menabung biasa di bank serta super duper mudah dalam prosesnya. 

  2. Reksa Dana
    Well kita beralih ke rekomendasi jenis investasi yang kedua yaitu Reksa Dana. Kalian pasti udah gak asing dong sama jenis investasi satu ini karena memang lagi hype banget dikalangan anak muda saat ini. Selain karena memang mudah banget untuk dilakuin, investasi reksa dana ini juga bisa dilakukan untuk kita yang punya kantong tipis nih wkwk, karena memang bisa dimulai dari uang minimal 10 ribu rupiah ajaa. Selain itu proses atau langkah yang dilakukan baik memulai maupun menjalaninya juga super simpel. Singkatnya, reksa dana merupakan jenis investasi dimana kita mempercayakan uang yang akan kita investasikan kepada manajer investasi yang akan mengelola uang kita tersebut. Lalu kemana uang yang kalian investasikan akan dibawa oleh setiap manajer investasi?, jawabannya adalah akan dinvestasikan ke berbagai produk pasar modal seperti saham, obligasi, surat hutang, dan lain sebagainya sesuai dengan jenis reksa dana yang kalian pilih. Lalu kalian bisa membeli produk investasi reksa dana dengan cara memilih manajer investasi di berbagai platform digital yang biasa disebut sebagai market place. Contoh market place sendiri yang saat ini paling terkenal adalah Bareksa dan Bibit. Untuk lebih lengkapnya, kalian bisa baca 2 artikel yang udah kami buat yaitu Bareksa vs Bibit dan Mengenal Reksa dana. Dikedua artikel ini kalian akan mengenal lebih dalam mengenai apa dan bagaimana investasi reksa dana berlangsung. Selain dikelola oleh manajer investasi, bunga atau return yang didapat dari investasi reksa dana juga biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan deposito atau tabungan berjangka biasa. Nah, satu hal yang harus kalian ketahui dalam memilih investasi reksa dana adalah bahwa reksa dana sendiri terdiri dari 4 jenis, yaitu reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana pasar uang. Masing-masing dari keempatnya memiliki risiko dan return yang berbeda. Reksa dana saham memiliki risiko tertinggi namun juga menghasilkan return tertinggi pula. Lalu diikuti oleh reksa dana campuran, kemudian reksa dana pendapatan tetap, dan yang terakhir adalah reksa dana pasar uang. Singkatnya dengan memilih jenis investasi reksa dana, maka kalian akan dapat melakukan investasi dengan mudah namun juga menghasilkan return yang tinggi. Kalian hanya perlu sedikit repot diawal untuk menentukan manajer investasi, setelahnya kalian hanya harus menunggu dan menyerahkan semuanya kepada kinerja manajer investasi yang kalian pilih. Simpel banget kann hehehe

  3. Peer to Peer Lending

    peer to peer lending

    Jenis investasi ketiga yang kami rekomendasikan adalah Peer to Peer Lending. Nah bahasan mendalam tentang jenis investasi ini juga udah pernah kami jelaskan melalui artikel Mengenal P2P Lending ini loh. Jadi kalau kalian kepo banget tentang jenis investasi satu ini, kalian bisa langsung aja kepoin artikelnya. Simpelnya, P2P Lending ini merupakan jenis investasi yang mana kalian meminjamkan uang kalian kepada orang lain atau institusi melalui platform khusus dan tentunya kalian akan mendapatkan timbal balik berupa return dari bunga yang dihasilkan. Beberapa platform yang bisa kalian gunakan adalah seperti Investree dan Koinworks. Nanti sistemnya kalian hanya perlu menyiapkan budget kalian yang rata-rata harus cukup besar, kemudian memilih siapa peminjam kalian dan jangka waktu pengembalian uang kalian. Ketika sudah jatuh tempo, maka kalian akan mendapatkan uang yang kalian pinjamkan bersama dengan besaran bunga yang harus dibayarkan oleh si peminjam tadi. Sebenarnya sangat simpel, hanya saja kalian perlu menyiapkan budget yang cukup tinggi diawal. Tapi kalau kalian memang mageran akut, ini bisa menjadi pilihan solusi yang tepat. Kemudian, berikut aku berikan ilustrasi tambahan mengenai cara kerja P2P Lending agar kalian yang masih awam dapat lebih terbayang mengenai jenis investasi yang satu ini.


    Skema peer to peer lending

  4. Investasi Emas
    Selanjutnya adalah jenis investasi yang bisa dibilang merupakan jenis investasi paling super duper gampang, wkwkwk agak alay yaa, tapi memang segampang itu guys. Kalau di investasi-investasi sebelumnya yang udah aku sebutkan tadi kalian perlu setidaknya "agak repot" diawal terutama memilih manajer investasi, jangka waktu, peminjam, dan lain sebagainya. Namun di investasi emas ini kalian tidak perlu melakukan hal tersebut. Kalian hanya perlu membeli langsung emasnya saja. Beli saja kapanpun kalian mau, karena walaupun nilainya memang berfluktuasi, namun untuk jangka panjang bisa dipastikan angkanya akan naik. Jadi akan sangat aman banget nih. Pilihan membelinya juga banyak, bisa membeli offline ataupun melalui platform online. Tapi agar lebih mudah, saran aku lebih baik membeli online aja. Salah satu contoh jenis platform yang menyediakan layanan untuk investasi emas ini adalah Bareksa. Intinya, aku jamin investasi emas merupakan investasi paling gampang dan simpel menurut aku dan patut banget kalian coba. Kalau kalian ingin tahu lebih jauh tentang apa dan bagaimana investasi emas berlangsung, kalian bisa baca artikel ini yaa Harga Emas dan Biaya Investasi Emas.

    Investasi Emas

Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan Masing-masing Jenis Investasi

Untuk memberikan kalian gambaran lebih mendalam lagi, kali ini aku akan tampilkan gambar tabel hasil rangkuman yang udah aku buat dengan membandingkan kelebihan/keuntungan dan kekurangan/kerugian dari keempat jenis investasi yang udah aku rekomendasikan sebelumnya.

Kelebihan dan Kekurangan Masing-masing Jenis Investasi

Dari tabel diatas, kalian bisa langsung membandingkan kelebihan dan kekurangan masing-masing dari 4 jenis investasi yang aku rekomendasikan. Semoga bisa memberikan gambaran lebih mendalam lagi dan membantu kalian untuk menentukan jenis investasi yang dirasa paling cocok untuk kalian.

Oke guys, sekian dulu yaa mengenai bahasan kali ini. Semoga kalian yang mageran namun punya ambisi dan semangat besar untuk berinvestasi dapat terbantu oleh artikel ini. Jangan lupa nantikan terus artikel-artikel selanjutnya yaa.. Terimakasih sudah membaca ;)

Mengenal Jenis Investasi “Peer to Peer Lending”, Apakah RAMAH Bagi Pemula?

Peer to Peer Lending

Pernah mendengar istilah "peer to peer lending"?, kalau belum berarti keputusan kalian untuk datang ke laman ini benar-benar tepat. Memang sesuatu yang sangat wajar jika kalian belum mengetahui apa itu jenis investasi peer to peer lending atau yang selanjutnya kita singkat saja menjadi P2P lending. Karena memang saat ini kebanyakan orang hanya tau jenis investasi yang terkenal seperti saham dan reksadana, jarang banget yang tau betul mengenai jenis investasi P2P lending ini. Maka dari itu, agar pengetahuan kalian menjadi lebih lengkap mengenai jenis-jenis investasi, maka aku akan bahas secara mendalam mengenai jenis investasi satu ini dan apakah jenis investasi ini ramah bagi pemula atau tidak. Yuk simak, berikut merupakan ulasannya.

Apa sih yang dimaksud dengan Peer to Peer Lending?

Ilustrasi peer to peer lending
Sederhananya, Peer to Peer Lending atau P2P lending ini merupakan salah satu jenis investasi yang sistemnya sesederhana kalian yang dalam hal ini disebut sebagai investor meminjamkan uang kepada peminjam atau borrower melalui berbagai platform digital yang ada untuk kemudian kalian akan mendapatkan return berupa uang yang kalian pinjamkan diawal ditambah dengan bunga dari pinjaman tersebut. Sekilas sangat mirip dengan sistem bagaimana bank biasa meminjamkan uangnya kan. Hmm, sebenarnya sistem P2P lending ini sama dengan bagaimana sistem tabungan di bank biasa berlangsung. Kalau di bank biasa, kita biasanya akan menabung uang kita untuk kemudian bank tersebut menggunakan uang kita untuk meminjamkannya ke UKM, KPR, kartu kredit, dan yang lainnya. Tapi dalam hal ini kenyataannya kita biasanya hanya mendapatkan bunga dari tabungan kita di bank sebesar  0,5 % per tahun saja, padahal bank sendiri bisa meberikan kredit hingga 12 - 20% per tahunnya. Nah, selisih dari persentase inilah yang menjadi keuntungan untuk bank yang bersangkutan. Oleh karenanya, P2P lending hadir untuk memutus tahapan yang diperankan oleh bank tersebut. Dimana kita sebagai investor sepenuhnya memiliki hak atas uang yang kita pinjamkan. Sehingga bunga yang kita dapat bukan lagi seperti bunga tabungan bank yaitu 0,5%/tahun, melainkan bunga sepenuhnya dari uang yang dipinjamkan yaitu 12-20%/tahun. Singkatnya, melalui P2P lending ini, return atau keuntungan yang kita dapatkan akan menjadi lebih tinggi.

Bagaimana risiko menggunakan jenis investasi P2P Lending ini?

Risiko

Karena sistemnya adalah kita sebagai investor meminjamkan uang kepada orang lain atau institusi lain sebagai borrower, maka risiko utamanya sudah pasti adalah si peminjam memiliki kemungkinan untuk terlambat membayar pinjaman atau bahkan gagal membayar pinjaman (gagal bayar), risiko ini kemudian dinamakan sebagai default risk. Biasanya untuk menangani risiko ini, kalian harus pintar-pintar memilih tipe loan. Apa sih tipe loan itu?, nah singkatnya, yang dimaksud sebagai tipe loan adalah tipe penggunaan uang yang dipinjam oleh borrower. Misalnya kalau kita meminjamkan uang kepada UKM, maka tipe penggunaan uangnya adalah bussiness loan, karena uang yang dipinjam dipergunakan untuk mengembangkan bisnis. Biasanya, tipe loan seperti ini akan sangat tinggi risiko terjadinya gagal bayar. Oleh karena itu kita harus pintar-pintar memilih tipe loan serta meihat bagaimana proyeksi penggunaan uang yang kita pinjamkan oleh si peminjam.

Bagaimana cara kerja dari sistem P2P Lending?

Untuk memulai investasi di P2P Lending, terlebih dahulu kita harus memilih jenis platform digital apa yang akan kita gunakan. Sejauh ini, setahu aku ada 4 platform yang cukup besar, yaitu Modalku, Investree, Koinworks, dan Akseleran. Kalian bebas memilih yang disesuiaikan dengan kenyamanan dan kebutuhan kalian. Sebenarnya, keseluruhan platform ini menawarkan fasilitas atau sistem kerja yang sama. Secara umum kita sebagai investor akan terlebih dahulu memilih borrower dan tipe loan yang akan kita pinjamkan uang yang biasanya daftarnya akan terdapat pada masing-masing platform yang kita gunakan. Kemudian kita akan menginvestasikan uang melalui platform digital tersebut dengan jumlah sesuai dengan pinjaman yang akan kita berikan. Selanjutnya akan ada jatuh tempo kapan si peminjam harus membayarkan pinjamannya beserta bunga yang harus dibayarkan. Setelahnya ketika jatuh tempo, jika tidak terjadi gagal bayar, maka uang yang kita pinjamkan akan dikembalikan oleh si peminjam beserta besaran bunga tersebut.

Apa saja yang perlu diperhatikan untuk memulai jenis investasi P2P Lending?

Mulai

Untuk memulai jenis investasi ini, berikut merupakan 2 hal penting yang harus diperhatikan:
  1. Ketersediaan uang yang akan diinvestasikan. Untuk memulai investasi ini, kalian wajib harus memiliki budget yang cukup banyak. Jadi logikanya seperti ini, orang atau institusi yang meminjam uang kepada kita tentunya meminjam uang dengan tujuan yang besar dan penting. Seperti pengembangan bisnis, konsumsi, dan lain sebagainya. Dengan demikian, maka uang yang akan dipinjam juga pasti dalam jumlah yang besar. Oleh karenanya kita sebagai peminjam harus menyiapkan modal yang cukup besar diawal
  2. Harus mengenali risiko disetiap pinjaman yang kita berikan. Seperti yang sudah aku sebutkan sebelumnya bahwa melakukan investasi jenis ini memiliki risiko tinggi dimana peminjam gagal membayar pinjamannya. Oleh karena itu sangat penting untuk menilai risiko disetiap pinjaman yang kita berikan untuk setidaknya kita bisa berjaga-jaga dan mengantisipasi dampak buruk yang mungkin terjadi

Kesimpulannya apakah RAMAH bagi pemula?

Kesimpulan

Menurut aku, jenis investasi P2P Lending ini tidak akan terlalu ramah bagi pemula. Terutama kalian yang memang pemula banget dalam dunia investasi. Selain karena perlu budget besar diawal, risiko terjadinya gagal bayar juga tinggi. Takutnya jika kalian sebagai pemula memaksakan untuk melakukan investasi ini dengan budget pas-pasan, maka ketika situasi gagal bayar tersebut benar-benar terjadi, maka kalian akan kelimpungan mengatasi hal tersebut. Lain cerita kalau kalian memang sudah minimal berada di level menengah dalam dunia investasi. Kalian bisa mencoba jenis investasi ini asalkan ada budget, serta sebenarnya jenis investasi P2P lending ini bisa kalian coba untuk diversifikasi investasi untuk jenis investasi yang memang berjangka waktu pendek yaitu kurang dari 6 bulan.

Jadi buat kalian para pemula yang udah ngebet banget pengen nyoba P2P lending ini, sebenarnya sah-sah aja untuk mencobanya. Asalkan kalian kenal betul risikonya serta tentunya punya budget atau modal yang tinggi diawal.

Oke sekian dulu ulasan mengenai jenis investasi P2P Lending kali ini, nantikan terus artikel-artikel selanjutnya yaaa. Terimakasih sudah membaca :)